Saturday, 23 Jan 2021
Temukan Kami di :
Kriminal

Polisi Tangkap Residivis Cabul 'Begal Payudara' dan Nekat Perkosa 4 Wanita di Bali

Setelah korban jatuh pelaku mendekati kemudian memeras payudara korban dan memaksa hendak menyetubuhi korban

Aisyah Isyana - 03/12/2020 23:30

Beritacenter.COM - Seorang pria bernama I Putu Adi Pratama Putra alias Doni, harus berurusan dengan polisi lantaran kasus percobaan pemerkosaan dengan kekerasan. Penangkapan terhadap Doni dilakukan polisi setelah mendapat laporan dari 4 wanita muda yang menjadi korbannya.

"Berdasarkan bukti permulaan yang cukup pelaku saat ini diamankan atau ditahan di Polsek Pupuan, kasusnya terus didalami," kata Kapolres Tabanan AKBP Mariochristy Panca Sakti Siregar dalam keterangannya, Kamis (3/12/2020).

Baca juga : 

Penangkapan terhadap Doni dilakukan personel Polsek Pupuan selang beberapa jam menerima laporan korban, Senin (30/11) lalu. Adapun keempat korban yang menjadi korban, yakni NW ADS, NWWS, NKWS, dan NMS, yang merupakan warga Kecamatan Pupua, Tabanan, Bali.

Aksi percobaan pemerkosaan itu terjadi pada Senin (30/11) sekira pukul 03.45-04.30 Wita di kawasan Kecamatan Pupua. Kala itu, pelaku membututi korban yang mengendarai sepeda motor dan memepetnya hingga terjatuh.

Saat korban terjatuh, pelaku langsung melakukan kekerasan seksual terhadap korban di jalanan. Aksi bejad pelaku cabul itu juga terekam kamera CCTV di lokasi. Dimana dalam rekaman CCTV merekam aksi pelaku memepet korban dan berupaya memperkosa korban saat dia terjatuh.

"Setelah korban jatuh pelaku mendekati kemudian memeras payudara korban dan memaksa hendak menyetubuhi korban," kata dia.

Dari hasil pemeriksaan, diketahui aksi pelaku sempat gagal. Namun, pelaku tetap berupaya melakukan aksi cabulnya kembali hingga akhirnya ada 4 wanita yang menjadi korban.

"Setelah gagal dengan aksi pertamanya pelaku melarikan diri dengan menggunakan sepeda motor dan menyasar korban lainnya sehingga 4 perempuan muda yang hendak ke pasar menjadi korban ulah bejat si pelaku," kata dia.

Doni diketahui sebagai residivis dalam kasus serupa dan baru bebas dari penjara setelah mendapat asimilasi pada pertengahan tahun, karena pandemi COVID-19.

"Di samping mengakui perbuatannya, juga terus terang mengaku keluaran LP Tabanan pada bulan Juli 2020, mendapatkan asimilasi dalam perkara yang sama, TKP-nya di wilayah Kediri-Tabanan pada tahun 2019," terang dia.

Guna mempertanggung jawabkan perbuatannya, pelaku disangkakan Pasal 285 juncto 53 KUHP atau 351 (1) juncto 65 KUHP. Polisi menyita 1 unit sepeda motor warna merah, sebuah tas selempang warna hitam, dan beberapa lembar pakaian.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA