Saturday, 23 Jan 2021
Temukan Kami di :
Nasional

Mantap! Sepanjang Tahun 2020 Densus 88 Berhasil Tangkap 32 Terduga Teroris Jaringan MIT

Baharuddin Kamal - 03/12/2020 15:35 Densus 88 Antiteror Mabes Polri.

Beritacenter.COM - Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror berhasil menangkap sebanyak 32 orang terduga teroris jaringan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) sepanjang tahun 2020.

Hal itu dikatakan Analis Utama Intelijen Densus 88 Antiteror Polri, Brigjen Pol Ibnu Suhendra, usai rapat koordinasi membahas tindaklanjut evaluasi program sinergitas antara kelembagaan dalam penanggulangan terorisme.

"Ini yang terkait dengan simpatisan-simpatisan di luar Sulawesi Tengah, Densus 88 melakukan beberapa penangkapan di Jakarta, Sumatera dan beberapa tempat. Satu tahun ini, 32 tersangka teroris yang terkait dengan MIT," kata Ibnu usai menjalani rapat di Sulawesi Tengah, di kota Palu, Kamis (3/12/2020).

Dia menyebutkan, beberapa terduga teroris yang ditangkap itu berperan sebagai pendukung dana ataupun orang-orang yang akan masuk ke wilayah Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah. Upaya mereka digagalkan Densus 88 Polri.

"Saat ini kekuatan MIT sisa 11 orang dari Santoso, dulu 48 sekarang 11 orang, dan kami butuh dukungan masyarakat, seluruh komponen aparat penegak hukum TNI-Polri untuk bahu membahu segera mengungkap dan menangkap Ali Kalora dan kelompoknya," tuturnya.

Dia menyebutkan, ada beberapa kendala dalam membasmi terduga teroris tersebut. Salah satunya yakni sulitnya medan tempat mereka bersembunyi.

“Yang sulit seperti kita ketahui medan di Poso dan sekitarnya sangat berat. Ada pegunungan perbukitan seperti di Taman Jeka, Gunung Biru yang membutuhkan pasukan luar biasa fisiknya. Sementara mereka kuasai daerah-daerah tersebut,” ucapya.

"Mereka juga ada yang memiliki keahlian merakit bom, ada yang pernah mengikuti pelatihan penggunaan senjata di camp. Kelompok ini masih memiliki sejumlah senjata api, seperti senjata M16 dan senjata pendek rakitan (pistol), dan beberapa bom rakitan serta amunisi," papar-nya.

"Kami temukan senjata-senjata ini dari Filipina Selatan dari kelompok-kelompok yang mendukung kegiatan mereka. Dan mereka terus melakukan upaya koordinasi dengan kelompok jaringan teroris di Filipina Selatan. Ini yang harus kita cegah jangan sampai barang-barang senjata masuk ke wilayah kita,” kata lulusan Akpol 1993 ini.

 




Berita Lainnya

Satu Anggota TNI Gugur Ditembak OPM Papua

22/01/2021 14:50 - Dewi Sari
Kemukakan Pendapat


BOLA