Monday, 25 Jan 2021
Temukan Kami di :
News

Ini Rintangan yang Harus Dihadapi Polisi dalam Memburu Ali Kelora cs

Anas Baidowi - 02/12/2020 19:25 Dusun Taman Jeka, salah satu lokasi yang pernah jadi basis kelompok MIT pada 2016

Beritacenter.COM - Aparat gabungan TNI-Polri terus berupaya memburu kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora di Sulawesi Tengah (Sulteng).
Perburuan kelompok Ali Kalora yang bersembunyi di dalam pegunungan di Sulteng terdapat banyak rintangan. Salah satunya adalah faktor geografis, mengingat banyaknya pepohonan lebat.

"Perburuan sekarang masih dilakukan semaksimal mungkin oleh Satgas Tinombala di wilayah pegunungan dari Sigi, Parigi Moutong sampai Poso. Jadi wilayah operasi itu gunung, bukit, dan sangat lebat," kata Kabid Humas Polda Sulteng Kombes Didik Suparnoto, Rabu (2/12/2020).

"Kemudian lebat juga, kalau kita bertemu orang 10 meter-20 meter bisa tak terlihat kalau dia tidak bergerak," sambungnya.

Untuk mempermudah perburuan, Didik menambahkan, aparat Polri bersama TNI juga melakukan penyekatan di titik-titik yang dimungkinkan dilalui atau jadi jalur kelompok tersebut mencari logistik.

"Kemudian juga sinyal pun tidak bisa. Jadi kita kesulitan berkomunikasi. Begitu juga kalau ada info dari masyarakat. Makanya informasi kita terlambat. Begitu juga personel di atas, ada informasi tapi diinformasikan ke personel lain kesulitan," tambahnya.

Selain memburu Ali Kelora cs, aparat gabungan juga memberikan pemahaman kepada masyarakat agar tak terpapar paham radikal agar tak ada masyarakat yang direkrut kelompok ini.

Didik mengatakan kelompok MIT terus berusaha menambah personelnya. Dia mengatakan Operasi Satgas Tinombala tidak dapat dikatakan gagal karena berhasil menindak sejumlah orang.

"Sebenarnya operasi ini, banyak yang sudah ditangkap. Masalahnya, jumlahnya naik-turun. Begitu sudah tinggal sedikit, ada lagi yang direkrut. Dan rekrutmen ini bukan hanya dari wilayah Poso. Begitu ditangkap, ada yang dari berbagai wilayah, ada yang dari NTB, ada yang dari Banten. Ini PR kita bersama, wilayah lain juga masyarakatnya bisa terekrut kelompok radikal ini," kata dia.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA