Sunday, 24 Jan 2021
Temukan Kami di :
TAG HARI INI :
News

Pasca Pembunuhan Sadis di Sigi, Polri : Masyarakat Tenang, Polri-TNI Patroli Bersama

Masyarakat tidak perlu khawatir dan tetap tenang karena TNI dan Polri akan ikut patroli dan akan bersama-sama dengan masyarakat

Aisyah Isyana - 29/11/2020 21:45

Beritacenter.COM - Polri mengimbau masyarakat di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, untuk tetap tenang dan tak panik, menyusul terjadinya pembunuhan sadis satu keluarga asal Desa Lembatongoa, Kecamatan Palolo, oleh kelompok teroris Ali Kalora.

"Masyarakat tidak perlu khawatir dan tetap tenang karena TNI dan Polri akan ikut patroli dan akan bersama-sama dengan masyarakat," kata Kadiv Humas Polri Irjen Raden Prabowo Argo Yuwono lewat keterangannya, Minggu (29/11/2020).

Baca juga :

Argo memastikan personel TNI-Polri akan hadir memberikan rasa aman, hingga masyarakat dapat beraktivitas seperti biasa. "Silakan melaksanakan kegiatan seperti biasa. TNI dan Polri akan membantu dan memberikan rasa aman di sana," ujar Argo.

Sejauh ini, Polri masih melakukan penyelidikan lebih lanjut guna mengungkap kasus hingga terang benderang. Harapannya, Argo mewanti-wanti agar kejadian seperti itu tak terulang lagi, terlebih sebentar lagi akan berlangsung Pilkada Serentak 2020.

"Saat ini penyidik dan Densus 88 sedang melakukan penyelidikan dan penyidikan. Harapannya, semoga tidak terjadi lagi kejadian seperti ini mengingat sebentar lagi juga akan dilaksanakan pilkada," ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, aksi pembunuhan sadis terhadap 4 warga yang merupakan satu keluarga di Desa Lembatongoa diduga dilakukan kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT). Parahnya, korban tewas mengenaskan dengan dibakar hingga kepala ditebas.

Kapolda Sulteng Irjen Abd Rakhman Baso menyebut dugaan keterlibatan kelompok MIT di aksi pembuhan sadis tersebut. Menurutnya, dugaa keterlibatan MIT didasari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP).

"Jadi dari hasil olah TKP serta keterangan saksi bahwa aksi sadis yang menyebabkan empat orang warga Kecamatan Palolo tewas dilakukan oleh kelompok sipil bersenjata MIT," kata Kapolda Sulteng Irjen Abd Rakhman Baso kepada detikcom, Sabtu (28/11).

Setelah mengintrogasi lima orang saksi, polisi menybut pelaku berjumlah sekitar sepuluh orang. Tiga diantaranya disebut membawa senjata api. Dari keterangan saksi, diketahui ada tiga pelaku yang merupakan bagian dari kelompok teroris MIT pimpinan Ali Kalora.

"Ada lima saksi yang diinterogasi menyatakan bahwa pelaku kurang-lebih 10 OTK, 3 orang bawa senpi (laras panjang 1 dan 2 senpi genggam). Saksi setelah diperlihatkan DPO teroris MIT, meyakini bahwa identitas 3 orang OTK tersebut adalah teroris pok Ali Ahmad @Ali Kalora dan kawan-kawan," ujar Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono.




Berita Lainnya

Ini Penyebab Emak-emak Ngamuk ke Anggota TNI

24/01/2021 09:12 - Anas Baidowi
Kemukakan Pendapat


BOLA