Saturday, 16 Jan 2021
Temukan Kami di :
Politik

Antisipasi Kerumunan, KPU Buat 5 Kelompok Waktu Pencoblosan

Anas Baidowi - 24/11/2020 12:57 Ilustrasi Pemilih

Beritacenter.COM - Ketua KPU Arief Budiman membagi pemilih menjadi lima kelompok waktu. Hal ini dilakukan, untuk mengantisipasi adanya kerumunan di tempat pemungutan suara (TPS) pada 9 Desember 2020 mendatang.

"Kami atur jam kedatangan yang dibagi menjadi 5 kelompok. KPU telah melakukan simulasi baik di pemungutan maupun saat perhitungan suara di 104 kabupaten kota dan beberapa tempat lainnya," kata Arief saat rapat bersama Menko Polhukam Mahfud Md, dalam siaran persnya, Selasa (24/11).

Arief merinci, pembagian lima kelompok waktu disesuaikan jumlah Daftar Pemilih Tetap atau DPT yang ada di TPS. Kelompok pertama jam 07.00 – 08.00 pagi, kelompok kedua jam 08.00 – 09.00 pagi.

"Jadi begitu seterusnya sampai dengan terakhir jam 12.00, sampai jam 13.00 siang, ada lima," jelas dia.

Arief menambahkan, pembagian kelompok waktu ini dilakukan kerana tingkat partisipasi pemilih di Pilkada 2020 ini cukup tinggi.

"Hasilnya menggembirakan, dari simulasi yaitu di angka 75-77 persen," ungkap dia.

Ditambahkan Ketua Bawaslu Abhan, pelanggaran protokol Kesehatan di masa kampanye masih terjadi. Dalam catatannya, hingga saat ini tercatat telah terjadi 1.763 pelanggaran, dimana 1.210 di antaranya dikenakan peringatan tertulis dan 168 lainnya dikenakan tindakan pembubaran.

“Kenapa, yang dibubarkan lebih sedikit, daripada yang diperingkatkan dengan tertulis, jadi kasusnya, Ketika peringatan kami layangkan memang tenggang waktunya satu jam, kalau tidak mengindahkan maka bisa dibubarkan," beber Abhan.

Kendati demikian, lanjut dia, kasus di lapangan juga banyak hal terjadi saat peringatan diturunkan pada menit ke-50 kerumunan membubarkan diri.

"Jadi belum ada satu jam mereka bubar. Sehingga tidak bisa kami lakukan pembubaran. Tapi itu kami catat sebagai pelanggaran. Dan ada juga yang diperingatkan secara lisan, tidak sampai tertulis sudah bubar,“ tutup Abhan.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA