Saturday, 16 Jan 2021
Temukan Kami di :
Ekonomi

Data Ekonomi Positif Bikin Harga Emas Anjlok

Anas Baidowi - 24/11/2020 09:16 Ilsutrasi

Beritacenter.COM - Harga Emas anjlok hampir dua persen pada akhir perdagangan Senin (23/11). Hal ini karena data aktivitas bisnis AS yang membaik dari perkiraan semula dan hasil uji coba vaksin COVID-19 yang positif membuat pemulihan ekonomi akan jauh lebih cepat.

"Emas terpuruk di bawah level penting 1.850 dolar setelah rilis PMI AS yang luar biasa kuat hanya mengurangi kebutuhan akan stimulus. Tidak ada yang memperkirakan angka yang kuat baik di sektor jasa maupun manufaktur," kata Edward Moya, analis pasar senior di OANDA.

Berdasarkan data yang dihimpun pada Senin (23/11/2020), aktivitas bisnis AS pada November berkembang pada tingkat tercepat dalam lebih dari lima tahun, meningkatkan optimisme tentang kesehatan ekonomi AS di kalangan investor.

Data ekonomi positif juga datang setelah AstraZeneca, Inggris, mengatakan vaksinnya bisa sekitar 90 persen efektif tanpa efek samping yang serius.

"Investor beralih kembali ke saham-saham karena fakta hanya ada sedikit ketidakpastian sekarang daripada sebelumnya," kata Jeffrey Sica, pendiri Circle Squared Alternative Investments.

"Data yang keluar hari ini membuat kemungkinan besar kita akan melihat pemulihan (lebih cepat) daripada yang diperkirakan semula."

Lebih lanjut merusak daya tarik logam mulia emas dan dolar naik terhadap saingannya.

Emas telah melonjak lebih dari 21 persen tahun ini, diuntungkan dari daya tariknya sebagai tempat berlindung yang aman terhadap inflasi dan penurunan nilai mata uang.

"Sementara, kami memperkirakan emas akan bertahan ketika ekonomi global mulai menunjukkan pemulihan yang berkelanjutan, penarik di belakang pasar belum sepenuhnya hilang," kata analis StoneX, Rhona O'Connell dalam sebuah catatan.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember turun 73 sen atau 3 persen, menjadi ditutup pada 23,633 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari turun 25,5 dolar AS atau 2,66 persen menjadi menetap pada 931,7 dolar AS per ounce.




Berita Lainnya

Cara KKP Tingkatkan PNBP Sektor Kelautan

15/01/2021 15:53 - Lukman Salasi
Kemukakan Pendapat


BOLA