Saturday, 28 Nov 2020
Temukan Kami di :
News

Komisi IX soal Tracing Massa HRS : Demi Keselamatan, Siapapun Tak Boleh Halangi Tracing!

Siapa pun itu, masyarakat tidak boleh menghalang-halangi tracing yang dilakukan petugas kesehatan, guna menjaga keselamatan warga

Aisyah Isyana - 22/11/2020 18:17

Beritacenter.COM - Komisi IX DPR angkat bicara soal adanya laporan yang menyebut petugas kesehatan dihalang-halangi saat melakukan tracing terhadap massa Habib Rizieq. Dalam hal ini, Komisi IX meminta semua pihak tak menghalangi upaya petugas kesehatan melakukan tracing virus COVID-19, demi keselamatan bersama.

"Siapa pun itu, masyarakat tidak boleh menghalang-halangi tracing yang dilakukan petugas kesehatan, guna menjaga keselamatan warga," kata Wakil Ketua Komisi IX DPR Melki Laka Lena saat dihubungi, Minggu (22/11/2020).

Baca juga :

Menurutnya, upaya tracing yang dilakukan petugas kesehatan guna menekan penyebaran virus Corona yang masih meluas, terutama terhadap massa kerumunan di acara Habib Rizieq. Terlebih, langkah tracing juga sudah dilakukan sesuai aturan yang berlaku.

"Kami mengharapkan agar ada, pertama, kesadaran dari seluruh warga bangsa khususnya dari pengikut Habib Rizieq untuk bisa mengikuti aturan dengan mempersilakan atau memberi kesempatan agar bisa dicek tenaga kesehatan kita, kesadaran pengikut Habib Rizieq," tuturnya.

Melki mendesak pemerintah menerjunkan aparat penegak hukum, jika upaya tracing terhadap kelompok Habib Rizieq tak kunjung dapat dilakukan. Dengan begitu, petugas kesehatan dapat melakukan proses tracing sesuai rencana, dengan didampingi aparat. Menurutnya, hal itu harus dilakukan guna mencegah penyebaran virus Corona.

"Kalau tidak, kami tentu mengharapkan juga agar ada upaya pendekatan dari tenaga kesehatan kita secara persuasif juga kepada Habib Rizieq dan kelompoknya yang akan dilakukan tracing. Tentu apabila itu tidak diindahkan, diharapkan agar pemerintah melalui aparat hukum juga bisa melakukan pendekatan lebih jauh agar bisa ke tracking karena kita ingin mencegah wabah ini meluas," ungkapnya.

Sekedar diketahui, Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Letjen Doni Monardo mendapat laporan soal adanya hambatan terhadap tracing atau penelusuran kontak COVID-19 ke massa Habib Rizieq Syihab. Doni menyebut petugas kesehatan dihalang-halangi massa Habib Rizieq saat hedak melakukan tracing.

"Laporan peserta rapat menyebutkan, baik yang di Petamburan (Jakarta) maupun di Megamendung (Bogor), petugas kesehatan masih kesulitan untuk melakukan pelacakan. Mereka dihalang-halangi ketika hendak masuk melakukan tracing dan tracking. Diharap, Satgas COVID-19 Pusat, tidak saja memberi tambahan fasilitas swab tetapi juga dukungan agar bisa masuk ke kluster-kluster yang dicurigai berpotensi menjadi pusat penularan," tulis keterangan pers BNPB sebagaimana laporan peserta rapat virtual yang dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten.

Dalam hal ini, Doni meminta dukungan dari tokoh-tokoh masyarakat di setiap daerah, termasuk ketua RT dan ketua RW setempat. Dia berharap, proses tracing COVID-19 dapat berjalan dengan baik, guna memutus rantai penyebaran virus Corona.

"Sampaikan bahwa kami akan melakukan test massal, dimulai dari keluarga inti yang positif. Ini bagian dari upaya memutus mata rantai penularan COVID-19. Upaya ini tidak akan berhasil tanpa dukungan semua pihak. Karenanya perlu kerja sama yang baik dan harmonis. Semua harus dilakukan dengan pendekatan humanis," papar Doni.

Dia menyebut, proses tracing kasus dapat dimulai dari Lurah Petamburan, Setiyanto, yang telah dinyatakan positif COVID-19. "Mulailah dengan tracing dari Lurah Petamburan. Selanjutnya tes massal dari keluarga inti semua yang positif," katanya.




Berita Lainnya

Luhut Sebut Edhy Prabowo Kesatria, Ini Alasannya...

28/11/2020 00:27 - Baharuddin Kamal
Kemukakan Pendapat


BOLA