Saturday, 05 Dec 2020
Temukan Kami di :
News

Aliansi Cinta NKRI Gelar Deklarasi Damai, Suarakan Tolak 'Habib Rizieq' Datang ke Jatim!

Kami Aliansi Cinta NKRI mengajak segenap masyarakat untuk menjaga kesatuan dan persatuan bangsa. Itu tujuan kami

Aisyah Isyana - 22/11/2020 16:07

Beritacenter.COM - Deklarasi Indonesia Damai digelar puluhan masyarakat yang mengatas namakan Aliansi Cinta NKRI di Jatim. Puluhan massa yang mengklaim memiliki tujunan menjaga persatuan dan kesatuan ini, menyuarakan penolakan kedatangan Habib Rizieq di Jatim

Puluhan orang itu tampak membentangkan spanduk bergamr Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Syihab. Pada spanduk itu, terdapat tulisan 'Tolak Kedatangan Rizieq Shihab di Jatim, 'Tolak Pemecah Belah Umat, dan Tolak Front Perusak Islam'.

Baca juga :

"Kami Aliansi Cinta NKRI mengajak segenap masyarakat untuk menjaga kesatuan dan persatuan bangsa. Itu tujuan kami," tegas Ketua Aliansi Cinta NKRI Ahmad Zazuli ke wartawan di gedung Graha SA Atap Aspirasi di Jalan Karah Agung III, Surabaya, Minggu (22/11/2020).

Ahmad menyebut pihaknya berupaya untuk menyuarakan deklarasi Indonesia damai, menyikapi persoalan nasional belakangan ini. Hal itu dilakukan dengan menjaga situasi di daerah tetap kondusif dan aman, dengan tidak membawa persoalan itu datang ke daerah.

"Yang kedua, kami ikhtiar melaksanakan deklarasi Indonesia damai dalam rangka menyikapi persoalan-persoalan nasional," jelasnya.

"Upaya tidak lagi dibawa datang ke daerah supaya daerah kami tetap aman tetap kondusif tidak ada lagi perpecahan atas nama agama, suku maupun apapun. Kemudian kami Aliansi Cinta NKRI bersama organ-organ yang lain menyatakan prihatin dengan tragedi yang ada di Jakarta kemarin," sambungnya.

Adapun Tragedi di Jakarta yang dimaksud, yakni soal adanya kerumunan massa dalam jumlah besar ditengah pandemi COVID-19 saat ini. Selain itu, Zazuli juga menyayangkan adanya memen Maulid Nabi yang dinodai dengan ceramah provokatif serta kalimat kotor.

"Padahal saat ini negara kita ini sedang mengalami pandemi COVID-19 yang masih selesai. Apalagi sudah ada anjuran pemerintah dalam skala massa lebih besar. Tetapi fenomena yang ada di Jakarta memukul dan membuat kami kecewa," terang Zazuli.

"Apalagi kemarin momennya maulid Nabi di Jakarta seharusnya itu menjadi momen untuk meneladani sikap Rasulullah tapu malah digunakan untuk ceramah provokasi yang menghujat memberikan memberikan kalimat-kalimat kotor yang tidak pantas oleh seorang tokoh," tandas Zazuli.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA