Saturday, 28 Nov 2020
Temukan Kami di :
Nasional

SURAT TERBUKA Untuk Tukang Nyinyir "FADLI ZON" Yang Tidak Paham UU, Isinya Begitu Menohok...

Indah Pratiwi Budi - 21/11/2020 13:00

Beritacenter.COM - Belum lama ini penurunan baliho bergambar Rizieq Syihab oleh petugas berbaju loreng, sempat membuat gempar di media sosial.

Hal tersebut mendapatkan sorotan dari si tukang nyinyir yang juga anggota Anggota Komisi I DPR RI Fadli Zon, kewenangan Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman mencopot baliho Imam Besar FPI Rizieq Shihab.

Nyinyiran tersebut, mendapatkan tanggapan dari Nitizen yang mengirimkan surat tersebukan untuk si tukang nyinyir Fadli Zon.

Beginilah isi surat terbuka untuk si tukang Nyinyir :


Surat Terbuka :
Kepada
Yth, Sdr Fadli Zon
Anggota Komisi I DPR RI
Fraksi Gerindra.
Sdr. FZ yg tethormat,

Saya sedikit meragukan kemampuan anda memahami UU, khususnya UUD 1945 dan memahami UU No.34 Thn 2004, tentang peran, fungsi dan tugas pokok TNI.

Walaupun saya tau anda adalah anggota DPR RI yg salah satu tugasnya membuat UU bersama presiden, tapi saya sedikit meragukan kemampuan anda dalam memahami UUD 1945 pasal 27 (3) Pasal 30 (1) dan UU No.34 Thn 2004 tentang TNI.

Pernyataan anda yg mengatakan Pangdam Jaya tdk berhak menurunkan Baliho Rizieq Shihab dan membubarkan FPI terkesan sangat tidak memahami atau pura pura tidak memahami UU Bela Negara.

Pernyataan Mayjen TNI Dudung Abdulrachman, harusnya difahami dalam konteks Bela Negara dan melihat dalam konteks Tugas, Peran dan Fungsi TNI.

Hanya saja, karena anda menganut faham politik opportunis, sehingga jiwa bela negara anda terkikis habis dan rasa nasionalis anda dikalahkan oleh kepentingan pribadi dan kelompoknya.

Cobalah sdr menanggalkan dulu status anda sebagai Oposan dan fahami baik baik UUD dan UU No.34 Thn 2004, pasti anda faham dan mengerti mengapa Pangdam Jaya, Mayjen TNI Dudung Abdulrachman mengeluarkan pernyataan keras yg diikuti oleh perintah untuk menurunkan Baliho yg bergambar Rizieq Shihab.

Itu pesan bagi Rizieq Shihab dan pengikutnya atau siapapun, bahwa TNI tdk akan membiarkan siapapun untik mengobok obok NKRI, meronrong Pemerintahan yg sah dengan kekuatan kelompok radikal yg selama ini ingin mengganti idealisme Pancasila dgn idealisme lain.

Kelompok kelompok separatis dan intoleran mengancam dan membahayakan persatuan dan kesatuan bangsa, karena tidak mengakui pemerintahan yg sah.

Anda tahu sebagaimana amanat UU bahwa Tugas TNI adalah menjaga Kedaulatan Negara dan Keutuhan bangsa.

Tugas TNI, tergambar dalam UUD 1945 pasal 27 (3) Passl 30 (1) dan dipertegas dalam UU No 34 Tahun 2004 dalam pasal 7 ayat (1), (2) dan (3).

Anda harus tau bahwa sikap tegas Pangdam Jaya, selain punya dasar yuridis, juga karena tak satupun Lembaga yg berani bertindak tegas di wilayah DKI menurunkan baliho liar dan mengancam keutuhan negara.

Memang benar menurunkan Baliho Liar adalah tugas Pemerintah setempat melalui Satpol PPnya masing masing. Tapi Pemerintah DKI jadi ompong karena mereka diborgol oleh kepentingan kelompoknya, mereka tidak berfungsi, dan diam.

Oleh sebab itu, melalui tindakan tegas dan memberi pesan agar tidak main main dgn NKRI, Pangdam Jaya mengambil langkah strategis dalam mendidik bangsa ini untuk melakukan tigas bela negara...

Semoga surat saya ini membuka hati dan pikiran kita untuk memisahkan tugas bela negara dan kepentingan pribadi dan kelompok.

Salam Sehat
Octo Danunan




Berita Lainnya

Empat Fokus Kebijakan Pemerintah dalam APBN 2021

26/11/2020 11:22 - Indah Pratiwi Budi
Kemukakan Pendapat


BOLA