Friday, 04 Dec 2020
Temukan Kami di :
Opini

Aku Selalu Dikira Buzzer

Indah Pratiwi Budi - 20/11/2020 15:14 Oleh: Nana Padmosaputro

Sejak masih di akun lama (dan di 2 akun sebelumnya), aku selalu dikira buzzer Jokowi.

Awalnya ngerasa bangga.

Lama-lama ngerasa terganggu.

Lama-lama nggak peduli.


Padahal, aku itu PRO JOKOWI, karena :

1. Seumur-umur, sejak jaman Suharto, aku selalu golput.

2. Seumur-umur aku tidak tertarik politik. Nama menteri sampai wakil presiden pun aku nggak tahu. Fokusku cuma kerja, membangun karir, cari duit dan membaktikan waktu luang dan tenaga sisaku untuk volunteering, kerja sosial buat masyarakat.

3. Tahun 2013 aku dipanggil oleh seorang pejabat, untuk membacakan tarot. Di depan saksi sekitar 20-40 orang, aku ditanyai :

“Siapa yang akan menang jadi presiden di tahun 2014?”

Kujawab : “Ciri-cirinya bukan dari kalangan militer tapi dari kalangan bawah alias keluarga miskin, pekerja keras, jujur, sederhana.”


Beliau kaget, lalu bilang “Saya ada dugaan kandidat, tapi rahasia. Boleh nggak,

kalau saya tidak menyebutkan namanya?”

Kujawab : “Boleh. Bapak nggak menyebutkan pertanyaan apapun, juga boleh kok. Pokoknya bapak yang mengocok kartunya dan mengambil 3 kartunya.”


Dia berkata, “Nih, dia jadi nggak?”

Setelah melihat gambar-gambar kartu, kujawab, “Nggak.”


Dia kaget. “Nggak mungkin...!”

Aku cuma angkat bahu. Ya gimana... bacaan kartunya gitu.


Lalu dia ngocok kartu lagi, dan berkata,

“Nih, kalau orang yang ini, jadi nggak?”

Kujawab, “Nggak juga.”

Orang-orang yang ada di sekeliling meja, saling berbicara satu sama lain, bergumam-gumam tak jelas. Keliatan sekali mereka gelisah. Lantas si bapak pejabat mengembalikan pertanyaan ke fokus semula,

“Oke, jadi Presiden Sipil ini, akan menang begitu ya? Sikon negara gimana? Ada kerusuhan nggak setelah pemilu?” Dia meletakkan kartu yang telah dikocoknya di meja, lalu mengambil 3 kartu.

Kujawab, “Nggak ada kerusuhan sama sekali. Negara aman. Tapi dia akan dicoba untuk dikudeta berkali-kali. Kayaknya sampai 3 atau 4 kali... dan semuanya gagal. Dia akan menyelesaikan masa baktinya dengan baik, mengharumkan nama Indonesia di kancah dunia.”

Pejabat itu kaget lagi. Wajahnya melongo. Kurasa dia berpikir ‘perempuan ini halu.’

Aku duduk diam, menunggu pertanyaan berikut.

“Dia pekerja keras...? Kemana arah pemerintahannya?”

Aku melihat kartu-kartu yang terbuka di meja dan aku mulai deg-degan...! Badanku maju ke meja, dan dengan emosional (agak terharu) aku berkata,

“Ya ampun..! Orang ini akan membangun Indonesia secara besar-besaran..! Fokus pembangunannya justru di luar Jawa....” aku hampir menangis ketika mengucapkan kalimat itu.... ini adalah sosok yang aku dambakan sejak usia remaja (dan masih penuh idealisme romantis soal kemanusiaan dan kenegaraan)...!

Selanjutnya, bacaannya adalah :

- Indonesia akan maju

- Tapi ekonomi akan seret, entah kenapa.

- Di sekitar tahun 2017 ekonomi akan mulai terangkat.

- Presiden ini banyak sekali musuhnya

- Musuhnya ‘the devil’ (kartu yang keluar : Devil)

- Presiden Sipil ini akan didukung oleh orang atau pihak bersenjata yang kuat, gesit, dan dingin... (sikap dinginnya kuibaratkan begini : mampu membunuh kawan sendiri, jika si kawan merongrong negeri ini). Sangat berjiwa prajurit lah.


Bacaan tarotku di rumah pejabat itu, lalu kutulis di akun FBku (di akun lama), dan kusetel PUBLIK. Siapa saja bisa membacanya dan sharing.

Beberapa teman kuatir, aku mempertaruhkan namaku seperti itu. Aku sendiri tidak kuatir. Aku siap kok, jika tarotku tidak tepat. Kalau memang kartunya nggak tepat, aku mau apa? Ya terima aja kan..? Lalu belajar dari kesalahan itu, agar bisa lebih baik lagi.


Tapi ketika hasil pemilu sesuai seperti prediksi kartu tarotku, aku mulai dibanjiri pertanyaan soal negara. Apalagi ketika aneka kerusuhan berjilid itu terjadi. Apalagi ketika upaya kudeta di istana Bogor terjadi.


Aneka pertanyaan datang.

Semua kubukakan kartunya.

Kuulas secara publik (aku nggak pernah bikin postingan yang disetel ‘friend only’).

Eh... Tepat.


Beberapa minggu sebelum bom di Sarinah (Jakarta) meledak, aku juga sudah menuliskannya di wallku. Lengkap dengan prediksi ‘tidak ada korban, selain terorisnya sendiri.’


Kalian tahu..? Tahun 2013 itu aku bahkan tidak bisa menebak siapa Presiden ini...! Kartu-kartu tarot cuma menyebutkan ciri-cirinya.


TAPI AKU SUDAH JATUH CINTA pada ciri-ciri itu...!!!

Aku ini cintaaaaaaaaaaaa sekali pada negeriku....!

Aku sayaaaaaaaaang banget pada rakyat negeri ini.

Aku rela buang tenaga dan pikiranku, untuk kerja volunteer : ngajar sana sini, kan juga karena CINTA.

Dan ketika akhirnya dua kandidat dinyatakan resmi : satu berlatar belakang militer, dan satunya sipil.... aku langsung tahu siapa yang akan KUDUKUNG MATI-MATIAN...!


Karena aku sudah ‘melihatnya’ jauuuh sebelum dia mencalonkan diri... bahwa DIA AKAN MEMBANGUN NEGERI INI BESAR-BESARAN. Bahwa dia akan bekerja jujur. Bahwa dia membela rakyat negeri ini dari gangguan ‘the devil’...!

Jadi apakah aku buzzer...???

B.U.K.A.N


Aku hanya salah satu rakyat Indonesia yang sempat berpuluh tahun merasa apatis.... namun sekarang memiliki HARAPAN bagi negeri ini.... karena presidennya adalah ORANG YANG BAGUS...!


Orang yang SANGAT LAYAK mendapatkan dukungan penuh..!


Nana Padmosaputro

Selasa Pahing, 17 November 2020, 01.38




Berita Lainnya

Mentertawakan Perdebatan Di Medsos

04/12/2020 12:32 - Indah Pratiwi Budi
Kemukakan Pendapat


BOLA