Friday, 27 Nov 2020
Temukan Kami di :
Internasional

Bantah soal Meteor Rp25 M, Perantara Pembeli Meteor 'Jared Collins' Angkat Bicara!

Aisyah Isyana - 20/11/2020 10:17

Beritacenter.COM - Jare Collin, bule yang menjadi perantara penjualan batu meteorit milik Josua Hutagalung yang belakangan viral karena harganya yang fantastis, akhirnya angkat bicara. Collins ternyata seorang penggemar meteorit yang tinggal di Bali.

Collins diketahui sempat dihubungi oleh rekannya sesama penggemar meteorit yang tinggal di Amerika Serikat, pada 7 Agustus 2020 lalu. Dia dihubungi rekannya untuk mendapatkan batu meteorit yang jatuh di sekitar rumah Josua di Tapanuli Tengah, Sumatera Utara.

Baca juga :

Kala itu, Collins sepakat dengan koleganya soal kisah Josua yang mendapatkan meteorit yang menghantam rumahnya. Dia pun diminta untuk melindungi meteorit itu dari kemungkinan kerusakan dan kontaminasi dari penanganan yang tak tepat, serta mengirimkan meteorit itu ke Amerika dengan aman.

Dalam hal ini, Collins membantah adanya klaim soal meteorit itu dibeli dengan harga Rp200 juta dan dijual kembali dengan harga Rp26 miliar. Collins memastikan jika transaksi jual-beli meteorit itu dilakukan langsung oleh Josua dan temannya di AS, tanpa melibatkannya.

"Joshua menetapkan harga yang kemudian disetujui oleh orang Amerika yang tinggal di luar negeri. Baik Josua maupun orang Amerika yang tinggal di luar negeri sepakat bahwa prosesnya adil dan diterima dengan baik oleh kedua belah pihak," tulis perwakilan Collins dalam keterangan yang diterima detikINET, Kamis (19/11/2020).

"Tujuan akhir dari keterlibatan Jared Collins sebagai penggemar meteorit adalah kesempatan sekali seumur hidup untuk secara pribadi menyaksikan dan secara fisik memeriksa meteorit yang penting secara ilmiah ini," imbuhnya

Setelah semuanya sepakat, Collins kemudian berangkat dari Sumatera Utara untuk bertemu dengan Josua, guna memastikan keaslian meteorit tersebut. Dia juga bertugas melindungi meteorit itu untuk dikirimkan dengan aman ke AS.

Sementara soal harga jual meteorit yang belakangan disebut sangat fantastis, disebut Collins jika hal itu sama sekali tak tepat. Dia mengklaim hal itu hanya diketahui Josua dan temannya, tidak seperti yang dibesar-besarkan media belakangan ini.

"Tetapi jumlah yang dibayarkan/diterima bukanlah Rp 200 juta atau harga yang terlalu dibesar-besarkan sejumlah Rp 25 milyar yang dilaporkan di seluruh dunia," tulis perwakilan Collins.

Dia bahkan mengklaim tak ada meteorit yang dijual dengan nilai se-fantastis Rp25 milyar. "Saat ini tidak ada meteorit dengan nilai seperti itu, dan tentunya tidak ada kolektor yang akan membayar harga tersebut," pungkasnya.

Sejauh ini, tak diketahui siapa pihak di Amerika yang diwakili oleh Collins. Namun, sejumlah media asing seperti New York Post, Daily Mail dan The Sun menyebutkan pembeli akhirnya adalah Jay Piatek, kolektor meteor ternama.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA