Saturday, 05 Dec 2020
Temukan Kami di :
News

Kunjungi AS, Menteri Edhy Ingin Perkuat Budidaya Udang Indonesia

Baharuddin Kamal - 19/11/2020 16:52 Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo.

Beritacenter.COM - Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo bertolak ke Amerika Serikat untuk memperkuat kerja sama bidang kelautan dan perikanan dengan salah satu lembaga riset di negara adidaya tersebut. Kerja sama ini dalam rangka mengoptimalkan budidaya udang secara berkelanjutan di Indonesia.

Menteri Edhy akan mengunjungi Oceanic Institute (OI) di Honolulu, Negara Bagian Hawaii. OI merupakan organisasi penelitian dan pengembangan nirlaba yang fokus pada produksi induk udang unggul, budidaya laut, bioteknologi, dan pengelolaan sumber daya pesisir secara berkelanjutan. Lembaga ini afiliasi dari Hawai'i Pacific University (HPU) sejak tahun 2003.

"Selasa malam Pak Menteri bersama pendamping bertolak dan transit dulu di Korea Selatan. Alhamdulillah telah tiba di Los Angeles untuk transit menjalani tes pcr/swab sebagai syarat wajib masuk Hawaii," ujar Kepala Biro Humas dan Kerja Sama Luar Negeri Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Agung Tri Prasetyo, Kamis (19/11).

KKP memilih menjalin kerja sama dengan OI menurut Sekretaris Jenderal KKP, Antam Novambar lantaran lembaga ini memiliki teknologi dan para ahli yang mumpuni di sektor budidaya berkelanjutan, khususnya spesies udang. Target dari kerja sama adalah adanya transfer teknologi serta pendampingan teknis di bidang genetika udang dari OI.

Selain itu, KKP berharap mendapatkan _grand parent stock (GPS)_ vaname yang dapat menghasilkan induk-induk unggul, yakni tahan salinitas rendah, toleran terhadap penyakit, dan pertumbuhannya cepat. Bahkan dengan potensi yang dimiliki, Indonesia berpeluang menghasilkan _great grand parent stock (GGPS)_.

"Dengan adanya transfer teknologi dalam menghasilkan induk udang unggul, artinya kita dapat mengurangi ketergantungan dari induk udang impor," jelas Antam.

Melalui kerja sama dengan OI, sambung Antam, rencana KKP membangun _broodstock center_ modern berskala internasional termasuk fasilitas _Nucleus Breeding Center_ juga bisa lebih mudah. Sebab dibutuhkan para ahli untuk membantu baik dari segi ilmu genetika dan disain _broodstock center_.

"Dengan aplikasi teknologi tepat guna dan modern, harapannya budidaya udang Indonesia bisa unggul. Bahkan kita bisa mengekspor indukan udang ke negara yang membutuhkan," sambung Antam.

Lebih jauh Antam menjelaskan, pengembangan budidaya udang nasional adalah arahan langsung Presiden Joko Widodo saat menunjuk Edhy Prabowo menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan. Sehingga kerja sama dengan OI menjadi salah satu upaya Menteri Edhy menjawab arahan tersebut.

"Merujuk arahan Presiden kepada Pak Menteri Edhy untuk pengembangan budidaya udang vaname, nah ini salah satu upaya ke sana. Untuk pengembangan budidaya di Indonesia, kita perlu kerja sama dengan para _expert_," pungkasnya.

Sesuai jadwal, kunjungan kerja Menteri Edhy di Amerika Serikat berlangsung selama 7 hari termasuk waktu perjalanan. Turut dalam kunjungan ini Dirjen Perikanan Budidaya Slamet Soebjakto, Plt. Dirjen Perikanan Tangkap Muhammad Zaini Hanafi dan Direktur Pemantauan dan Operasi Armada Ditjen PSDKP Pung Nugroho Saksono.

Selain mengunjungi OI, Menteri Edhy akan bertemu dengan ABK asal Indonesia yang bekerja di Honolulu.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA