Saturday, 05 Dec 2020
Temukan Kami di :
Opini

Lonte Simbol Satrio Piningit

Indah Pratiwi - 18/11/2020 19:10

Dalam konteks Satria Piningit jaman ini. HRSihab adalah raja, Presiden dianggap patih sebagai petugas negara, dan Nikita Mirzani Satria Piningit.

Sebagai raja HRSihab memang kebal hukum. Presiden adalah patih yang bijaksana dan Nikita Mirzani disebut lonte, Nyai, memang tokoh Satria Piningit ini tidak wajib sempurna.

Tuhan Yesus konon pernah memberi makan 5000 orang, pemuka agama dan pesulap diberi makan 5000 orang, sedangkan Lonte mungkin telah berjasa memberi kepuasan dan perhatian kepada 5000 laki-laki yang kurang terurus, dengan memperoleh imbalan yang hanya cukup untuk makan hari itu saja.

Saya ingat pernah dengar kisah dalam agama Budha bahwa seorang Lonte akan masuk sorga dan seorang Biksu masuk neraka karena pikirannya yang kotor. Dalam hal ini sebutan Lonte tidak lagi berkonotasi buruk, daripada sebutan pemuka agama.

Dalam waktu yang sedemikian singkat telah terjadi refolusi sudutpandang tentang Lonte dan Pemuka agama, rakyat terlalu muak dengan sifat hipokrit para elit. Di Pilpres 2024 nanti mungkin memilih Lonte yang secara terang-terangan dipanggil Lonte lebih menarik daripada memilih orang yang bersembunyi di hadapan topeng agama dan kesalehan. Mungkin membuka lokalisasi terasa lebih mulia daripada membangun rumah ibadah.

Lonte for Presiden.

Ingat khan bang dulu ketika sebelum ada kasus penistaan agama Ahok, kita semua menghargai sekali agama Islam. Pasca Ahok masuk penjara dan samasekali tidak minta keringanan hukuman penistaan agama Islam apa yg dulu sungkan dan tabu dilakukan menjadi suatu kebanggaan. Berapa puluh channel Youtube yg dengan bangga menista agama islam sebagai tema utamanya. Bahkan ada Christian Prince, dlsb. Menista agama tidak lagi perbuatan buruk, tetapi bentuk yg dianggap perbuatan terpuji.

Sekarang ketika muncul tokoh Nikita Mirzani yang secara tidak sengaja dikatakan lonte, saya percaya akan ada revolusi baru lagi...

Lonte Pahlawanku

Di Masyarakat hipokrit, Pelacur dapat memberikan kontribusi yang lebih nyata, pengorbanan yang lebih tulus dibanding Pemuka Agama dan Politisi yang sekedar mencari keuntungan bagi dirinya sendiri. Ini tergambarkan dalam film The Flowers of War yang dijelaskan di link wikipedia di bawah ini.

https://en.m.wikipedia.org/wiki/The_Flowers_of_War

Lonteku ala Iwan fals
https://youtu.be/S6r3LekWneU

Hembusan angin malam waktu itu
Bawa lari 'ku dalam dekapanmu
Kau usap luka di sekujur tubuh ini
"Sembunyilah sembunyi, " ucapmu
Nampak jelas rasa takut di wajahmu
Saat petugas datang mencariku

Lonteku, terima kasih
Atas pertolonganmu di malam itu
Lonteku, dekat padaku

Mari kita lanjutkan cerita hari esok
Walau kita berjalan dalam dunia hitam
Benih cinta tak pandang siapa
Meski semua orang singkirkan kita
Genggam tangan erat-erat
Kita melangkah

Lonteku, terima kasih
Atas pertolonganmu di malam itu
Lonteku, dekat padaku

Mari kita lanjutkan cerita hari esok
Walau kita berjalan dalam dunia hitam
Benih cinta tak pandang siapa
Meski semua orang…

 

Hal hal semacam ini sudah saya jelaskan di ebook Piningit dan Pandemi yang saya sebarluaskan tiga minggu yang lalu.

https://drive.google.com/…/1WTD3kYVIgrqsEkjlFrlN9VHld…/view…

Sumber : Status Facebook Liong Vincent Christian




Berita Lainnya

Mentertawakan Perdebatan Di Medsos

04/12/2020 12:32 - Indah Pratiwi Budi
Kemukakan Pendapat


BOLA