Friday, 27 Nov 2020
Temukan Kami di :
News

Apa Bener Lonte Lebih Mulia Ketimbang Habib Rizieq Shihab? Simak Ulasannya Disini...

Baharuddin Kamal - 18/11/2020 17:15 Habib RIzieq dan Nikita Mirzani.

Beritacenter.COM - Kini sedang viral video Nikita Mirzani yang ngaku dirinya masih lonte, bukan mantan lonte. Namun, entah belum diketahui sasaran pernyataannya.

Video tersebut diunggah kembali oleh Ustaz Maaher At-Thuwailibi, dalam video itu Nikita Mirzani mengatakan dirinya lonte.

“Bukannya nyai mantan lonte? Ih ko mantan? Nyai masih lonte sayang sampai sekarang. Ketinggalan. Hehehe. Jadi kalau ada yang bilang nyai mantan lonte, anda salah. Nyai masih jadi lonte. Puas anda dengan jawaban saya?” katanya dalam video.

Berbeda dengan respons Ustaz Maaher, FPI seakan-akan tidak memusingkan pernyataan Nikita Mirzani. Malah FPI menganggap Nikita sebagai sampah. “Tanggapan kami, sampah, tidak perlu ditanggapi,” kata tim kuasa hukum FPI, Aziz Yanuar, melalui pesan singkat, pada (13/11/2020).

Sementara, Direktur Eksekutif Sudut Demokrasi Research and Analysis (Sudra) Fadhli Harahab menyebutkan. Revolusi akhlak yang digaungkan Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab dan Pengikutnya tak jelas dan terkesan kamuflase. Yang mana sejatinya adalah manuver politik. Hal itu dikatakan Fadhli melihat gelagat gerakan FPI Cs dalam membentuk opini publik belakangan ini.

“Masa tiap hari ngumpilin massa, ini masih pandemi. Mana konsep revolusi akhlaknya. Ini mau revolusi akhlak apa mau revolusi politik?” kata Fadhli, pada (14/11/2020). Dia pun menduga wacana revolusi akhlak hanya untuk menandingi revolusi mental sekaligus bermanuver membusuki bahwa revolusi mental telah gagal. “Revolusi akhlak gak jelas. Saya duga ini hanya manuver politik membusuki. Konsepnya seperti apa, kan gak ada. Jangan-jangan cuma keceplosan ngomong revolusi akhlak biar gak dikira mau berbuat makar,” ujarnya.

Analis sosial politik UIN Jakarta itu pun membandingkan bagaimana revolusi mental yang digagas kubu Jokowi sebagai hal aplikatif. Mulai dari refomasi birokrasi, penyederhanaan birokrasi, akuntabilitas dan transparansi. Peningkatan taraf SDM dan lain-lain. “Meskipun masih banyak yang perlu dibenahi, karena belakangan ini mulai mengurang ghirohnya (revolusi mental),” ujarnya.

Fadhli pun meyakini, revolusi akhlak akan mendapat tempat istimewa jika benar-benar dapat dikonsepkan dan diaplikasikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. “Saya meyakini revolusi akhlak akan membumi bahkan akan jadi prototipe perubahan, jika benar-benar menjadi sebuah konsep yang nyata,” tandasnya.

Sebelumnya HRS mengatakan. “Siapa saja yang salah proses! Kelompok yang nggak suka pemerintah dicari-cari, diproses. Kelompok yang menjilat pemerintah dibiarkan. Ini bisa jadi bom waktu. Kalau tak ingin ada revolusi berdarah, revolusi sosial, ya diperbaiki,” katanya.

“Ada seorang santri di Jatim, membuat meme yang dianggap menghina petinggi Polri dan Presiden, ditangkap langsung dibaju tahanan, ditayangkan televisi, dkatakan ini memfitnah Presiden dan tak layak, kemudian dipenjara 4 tahun. Eh tiba-tiba ada anak cukong China bawa foto Presiden, dia pukul-pukul, sumpah serapahi, Presiden kacung. Itu tak disentuh hukum sama sekali, Apa ini negeri? Tegakkan keadilan!” jelas Habib Rizieq.

Padahal, dalam QS pun sudah tertulis. “Kecelakaanlah bagi setiap pengumpat lagi pencela.” (QS. Al Humazah: 1) dan “Yang banyak mencela, yang kian ke mari menghambur fitnah.” (QS. Al Qalam: 11).

Bahkan juga dikatakan dalam QS lainnya. Allah SWT berfirman. “Tidak ada kebaikan dari banyak pembicaraan rahasia mereka, kecuali pembicaraan rahasia dari orang yang menyuruh (orang) bersedekah, atau berbuat kebaikan, atau mengadakan di antara manusia. Barangsiapa berbuat demikian karena mencari keridhaan Allah, maka kami akan memberinya pahala yang besar.” (Q.S. an-Nisaa'[4]: 114).”

Kemudian juga Q.S. An Najm ayat 32. “Yaitu orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan keji yang selain dari kesalahan-kesalahan kecil. Sesungguhnya Tuhanmu maha luas ampunan-Nya. Dan Dia lebih mengetahui (tentang keadaan)mu ketika Dia menjadikan kamu dari tanah dan ketika kamu masih janin dalam perut ibumu; maka janganlah kamu mengatakan dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui tentang orang yang bertakwa.” (Ayu Yulia Yang).




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA