Monday, 14 Jun 2021
Temukan Kami di :
News

Soal Anies Diklarifikasi Terkait Kerumunan HRS, Golkar : Hukum Harus Ditegakkan, Harus Adil!

Prinsipnya hukum harus ditegakkan. Tidak boleh tembang pilih atau tajam ke bawah dan tumpul ke atas. Hukum harus adil untuk semua lapisan masyarakat tidak boleh ada perbedaan

Aisyah Isyana - 18/11/2020 07:25

Beritacenter.COM - Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta angkat bicara soal Gubernur Anies Baswedan yang diklarifikasi terkait kerumunan massa di acara Habib Rizieq Syihab, di Petamburan, Jakarta Pusat. Golkar mendorong aparat untuk tidak tembang pilih dalam menegakkan hukum terkait masalah kerumunan ditengah pandemi tersebut.

"Prinsipnya hukum harus ditegakkan. Tidak boleh tembang pilih atau tajam ke bawah dan tumpul ke atas. Hukum harus adil untuk semua lapisan masyarakat tidak boleh ada perbedaan," kata Ketua Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta, Basri Baco saat dihubungi, Selasa (17/11/2020).

Baca juga :

Dalam hal ini, Basri berharap pihak kepolisian dapat menindak siapapun yang melanggar hukum, terlebih soal pelanggaran protokol kesehatan. Basri menyebut hukum sebagai panglima tertinggi.

"Siapapun itu kalau melanggar hukum harus ditindak. Sekali lagi kalau melanggar hukum, agar bangsa ini menjadi bangsa yang beradab dan tetap menjadikan hukum sebagai panglima tertinggi," ucapnya.

Selain itu, Basri juga berharap Pemprov DKI ke depannya dapat kebih tegas lagi, berkomitmen, dan tidak lagi melakukan pembiaran soal pelanggara protokol kesehatan. Basri mewanti-wanti bahwa keselamatan warga adalah hal yang utama.

"Saya berharap Pemprof DKI Jakarta tetap komit dengan aturan yang mereka buat sendiri apalagi Perda COVID kan sudah disahkan dan ada pelanggaran pidana di dalamnya bagi yang melanggar. Keselamatan Rakyat Jakarta harus jadi pertimbangan yang paling utama," ujarnya.

Untuk diketahui, terjadi kerumunan massa di acara pernikahan Habib Rizieq dan Maulid Nabi yang digelar di Petamburan, Sabtu (14/11) malam. Para jamaah diketahui tak menjaga jarak dan beberapa diantaranya kedapatan tak menggunakan masker.

Pihak Satpol PP DKI Jakarta telah menyambangi rumah Habib Rizieq, Minggu (15/11), guna menyampaikan surat pemberian denda Rp50 juta terhadap Rizieq dan FPI. Bicara soal denda, Anies memastikan jika hal itu sudah sesuai dengan aturan yang berlaku.

"Jadi Pemprov DKI Jakarta bekerja berdasarkan peraturan yang ada. Ketika kita mendengar kabar ada sebuah kegiatan, maka secara proaktif mengingatkan tentang ketentuan yang ada," ujar Anies di gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (16/11).




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA