Friday, 04 Dec 2020
Temukan Kami di :
Opini

Gila !!! Citra FPI Jatuh Di Bawah Kaki Nikita Mirzani

Indah Pratiwi Budi - 17/11/2020 18:40 Oleh Erika Ebener

Tahun 2019, saya sempat menurunkan 2 tulisan tentang Nikita Mirzani. Yang pertama adalah ketika Nikita menyerang Pengacara kondang Esla Syarif dengan garang di acara Hotman Paris Show dan yang kedua saya menuliskan tentang tantangan hidup Nikita Mirzani dalam memperjuangkan hak anaknya yang tidak dipenuhi oleh mantan suaminya. Jauh sebelum saya menulis dua hal di atas, nama Nikita Mirzani sudah lama mendapatkan perhatian saya.

Saya jadi ingat waktu saya jadi narasumber di acara webinar dalam rangka memperingati Hari Pahlawan yang bertanjuk "Pahlawan Tanpa Tanda Jasa" yang diadakan oleh sebuah sekolah almamaternya Dr Monica 'TPK" Raharjo dan Bapak Enggar Lukito.

Di webinar itu saya mengatakan bahwa seseorang disebut pahlawan karena dia sedang memperjuangkan sesuatu untuk kepentingan umum, dan gugur sebelum perjuangannya selesai. Atau orang yang masih hidup dan berhasil, sukses dalam memperjuangkan sesuatu untuk kepentingan umum. Dan modal seorang pahlawan itu cuma satu, yaitu NYALI atau KEBERANIAN Ini fondasi dasar, bukan berani konyol, tapi berani pintar.


Anehnya, keberanian Nikita Mirzani itu kadang berani konyol, kadang berani pintar. Ya memang, dan kita harus jujur, saya pribadi mengakui Nikita Mirzani itu seorang yang berani, tapi seringnya berani konyol. Misalnya dia tidak takut joget dangdut Tarik Sis, Semongko" dengan konstum super hiper seksi lalu menggoyangnya pantatnya dengan gerakan yang sangat seksi.

Konyollah pokoknya. tapi itulah Nikita Mirzani, simbol kebebasan berekspresi Indonesia. Belum lagi kejadian dia keluar masuk penjara meninggalkan anaknya hanya karena satu dua ucapan jujurnya yang dipolisikan pihak yang bersangkutan. Itu kan juga konyol, tapi berani dan tidak meninggalkan kesan bodoh sedikitpun.


Nikita Mirzani dikenal oleh rakyat Indonesia sebagai seorang cewek urakan, nyeplos, berani di luar batas nalar, putus urat malu dan jujur. Benar-benar simbol kebebasan berekspresi seorang wanita yang hidup di negara merdeka. Rakyat Indonesia, sejatinya cuma memandang keberanian Nikita Mirzani sebagai sebuah hiburan segar bagian dari dunia entertainment Indonesia, pemandangan yang out of the box, di saat banyak artis yang memutuskan untuk menutup kepala dan mencadari wajah mereka. Tak pernah sedikitpun terpikir atau terbayangkan kalau keberanian Nikita Mirzani akhirnya bisa sangat berguna dan mampu menyelamatkan bangsa dan negara Indonesia dari rongrongan sekelompok orang yang kecanduan agama.

Ini mengerikan! Bagaimana hari ini fenomena Nikita Mirzani bisa dengan telak, menginjak image seorang Rizieq Shihab! Kefenomenaan jumlah massa penyambut Rizieq Shihab tertutup rapat oleh fenomena seorang WANITA bernama Nikita!

Jujur harus kita akui, kepulangan Rizieq Shihab yang oleh Media Internasional "The Australian" disebut Ex. Porn Fugitive" cukup membuat rakyat Indonesia gelisah. Tiga tahun setengah Indonesia tanpa Rizieq Shihab, Indonesia relatif tenang ibarat terminal tanpa preman.

Enam kali rencana pulang dia batal, rakyat berdoa yang ketujuh kalinya agar batal. Dan ketika Rizieq Shihab ternyata jadi pulang, rakyat langsung melempar harapan pada aparat, pada pemerintah, untuk bisa bertindak tegas dan menekan mereka. Kegelisahan rakyat ini membuat kita tidak lagi mempertimbangkan perhitungan politik yang sangat berpengaruh besar terhadap keamanan nasional, pokoknya negara harus represif pada Rizieq Shihab dan pengikutnya.

Padahal, setiap rakyat Indonesia paham bahwa Rizieq Shihab itu hanya pengantar pesan dari pihak yang memandang Jokowi adalah musuh bagi kepentingan mereka. Ketika Indonesia maju dan rakyatnya pintar, maka kelompok musuh Jokowi ini akan menjadi lini pertama yang sangat dirugikan. Dan itu yang sedang Jokowi perjuangkan. Musuh Jokowi cuma punya satu cara, membenturkan Jokowi dengan massa.

Dan Rizieq Shihab adalah ujung tombak mereka. Tindakan represif negara pada Rizies Shihab dan/atau pengikutnya, justru menjadi hal yang sangat ditunggu oleh mereka untuk membuat kechaosan, menjadikan alasan untuk menyulut kekacauan. Hal ini seharusnya sangat mudah untuk dipetakan oleh semua orang.

Sebagai Negara, menanggapi fenomena Rizieq Shihab, Jokowi menurunkan Mahfud MD, seorang pakar hukum tata negara, mantan hakim MK & Menko polhukam untuk menerangkan dan menjawab setiap komentar rakyat.

Moeldoko, sebagai Ketua KSP juga ikut bersuara. Jokowi paham dan sudah memetakan apa yang menjadi tujuan utama dari agenda kepulangan Rizieq Shihab, yaitu melengserkan dia sebelum 2024. Kenapa? Karena lawan Ini ingin me ngembalikan Indonesia ke kondisi "sedia kala", kondisi dimana presiden bisa dikadali, kondisi dimana kemajuan Indonesia ditentukan oleh tangan-tangan mafia.

Tidakkah kita pernah bertanya, mengapa ketika Rizieq Shihab ditahan pada tahun 2008, dan FPI bungkam? Sekarang, jangankan menahan Rizieq Shihab, mau memproses kasus-kasus pidana Rizieq Shihab yang tertunda saja, ancaman akan adanya revolusi berdarah langsung digaungkan!

Atas kepulangan Rizieq Shihab, istilahnya mata rakyat hanya melihat 2 senti ke depan, tapi Negara sudah melihat 2 meter ke depan. Dan ini yang tidak disadari apalagi dipahami oleh rakyat jelata. Contohnya Denny Siregar. Jelas Negara paham akan kondisi dan keadaan sekarang.

Pandangan Negara tidak sama dengan pandangan rakyat biasa. Pandangan Negara wajib memiliki dasar pada hukum, aturan dan undang-undang. Sementara pandangan rakyat hanya berdasarkan emosi dan kekesalan. Bisanya menuduh Negara lemah, kalah dan hanya diam. Padahal sedianya mereka yang tidak paham.

Itu sebabnya, komentar Nikita Mirzani, yang mungkin cuma melihat 1 senti ke depan dari kepulangan Rizieq Shihab, tiba-tiba menjadi fenomena. Padahal komentar Nikita sebenarnya sederhana, malah kayaknya Nikita nih sedang memplesetkan kata "Tabib" menjadi Habib". "Habib itu tukang obat .

Jangan diagung-agungkan. Kan banyak tuh 'ke habib aja', tukang obat berarti tuh". Tapi reaksi FPI begitu menghentakkan. Masa satu orang perempuan mau digeruduk oleh 800 laskar FPI? Reaksi yang maha dahsyat ini yang kemudian mencengangkan seluruh Indonesia tapi pada waktu yang sama, mampu menghapus kegelisahan rakyat Indonesia. Terlebih, sebenarnya Nikita Mirzani itu mengatai Rizieq Shihab, kok Maheer yang menjawab? Rizieq Shihab kemana? Tumben dia diam? Takut dikatai kabur karena janda, sekarang pulang dihadang janda?

Saya yakin seyakin-yakinnya, Pemilik Rizieq Shihab tak sedikitpun membayangkan reaksi Netizen +62 atas aksi Maheer terhadap omongan Nikita Mirzani, bisa menjadi kendala raksasa" di tengah rencana besar mereka memulangkan Rizieq Shihab ke Indonesia. Pun dengan kemunculan judul berita dari The Australian yang sangat amat dan teramat sangat menyudutkan. Padahal agenda "Revolusi Akhlak" sudah mereka rancang untuk melibas "revolusi mental" milik Jokowi. Tapi dengan kata "Porn Fugitive", Revolusi Akhlak dipukul telak.

Tawaran "rekonsiliasi" tak kalah payahnya. Saya yakin inipun agenda yang disiapkan untuk mengejek Jokowi. Syarat yang diajukan untuk membebaskan sederetan pelaku kriminal yang jelas-jelas sudah dipenjara atas putusan pengadilan, dipukul telak oleh surat dari Dr. Henry Yosodiningrat yang beredar yang meminta polisi untuk menindaklanjuti kasus pidana atas Rizieq Shihab. Ide Rekonsiliasi Rizieq Shihab langsung jadi bahan tertawaan.

Sampai hari ini, fenomena Nikita Mirzani, si pemberani dari lini rakyat Jelata, masih belum mendapatkan tanggapan dari Rizieq Shihab pribadi. Semakin kubu Rizieq Shihab mengomentari Nikita Mirzani, semakin terpuruk citra FPI. Maheer saja, yang sok jagoan, terancam dilaporkan atas tindakan pencemaran nama baik karena telah dengan jelas mengatakan "Nikita Lonte" di videonya yang sekarang sudah dihapusnya.

Gila yah!! Gara-gara mulut kotor Maheer, citra FPI jatuh di bawah kaki Nikita Mirzani!* Emak-emak, janda, bahenol, muslim, urakan, suka menebar aurat, nyerocos, bener-bener tepat kalau mau dijadikan target revolusi akhlak Rizieq Shihab.

Latar belakang Nikita Mirzani yang dikenal urakan, bebas mandiri, nyeplos, berani dan jujur, sangat sulit untuk dihubungkan, dikait-kaitkan atau dituduh sebagai sebuah rekayasa Negara.

No! Aksi Nikita Mirzani itu murni aksi rakyat yang kesal pada Rizieq Shihab. Di videonya saja Nikita manggilnya Si Rizieq", "Jadi si Rizieq pulang hari ini..." diucapkan dengan santai sambil makan.

Harapan saya, setelah fenomena yang dibuatnya, rejeki Nikita Mirzani bisa lebih besar, lebih banyak, lebih lancar dan non stop di dunia entertainment Indonesia. Dan di atas itu semua, semoga follower Nikita Mirzani bisa meledak, membludak melebihi follower selebitri manapun yang ada di dunia!! Karena.

Nikita sangat berpotensi menjadi influencer generasi milenial!! Amiiiin!!




Berita Lainnya

Mentertawakan Perdebatan Di Medsos

04/12/2020 12:32 - Indah Pratiwi Budi
Kemukakan Pendapat


BOLA