Friday, 04 Dec 2020
Temukan Kami di :
Opini

Maulid Nabi dan Pernikahan Anak Rizieq yang "Penuh" Lonte

Indah Pratiwi Budi - 17/11/2020 15:00 Oleh : Sahir Nopi

Entah apa yang ada dibenak Rizieq Shihab tatkala menggelar resepsi pernikahan anak ke empatnya, Najwa Shihab sekaligus peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW pada Sabtu tanggal 14 November 2020. Saat berkesempatan memberi tausiah dihari yang sakral dan agung itu, laki-laki yang memecahkan rekor Umroh terlama hingga 2,5 tahun itu mengucapkan kata-kata lonte hingga 9 kali. Padahal saat itu merupakan peringatan hari kelahiran Rasulullah serta resepsi putrinya sendiri.


Anehnya, para tamu undangan serta simpatisan FPI yang memadati petamburan hingga jalan KS Tubun mendengarkan perkataan Rizieq justru malah tertawa. Entah apa yang ada dibenak mereka atau yang mereka pikirkan. Dalam sejarah gelaran resepsi pernikahan maupun Maulid Nabi, bukankah kita mestinya belajar bagaimana beratnya perjuangan Rasulullah membesarkan Islam, memerangi budaya jahiliyah, menyampaikan tauladan-tauladan sikap nabi. Pun yang menikah anaknya sendiri dan perempuan. Bukankah seorang ayah semestinya banyak menitip pesan baik bagaimana menjalani rumah tangga sebagai istri maupun tanggung jawab suami.


Apakah sudah ada pergeseran nilai yang dianut oleh Front Pembela Islam paska ditinggal Rizieq selama 2 tahun? Yang tambah mengherankan, selama 2,5 tahun tinggal di Saudi, ternyata Rizieq sama sekali tidak berubah. Bahkan menyimak perkataannya soal lonte, menimbulkan banyak pertanyaan. Selama tinggal di Saudi sesungguhnya apa yang banyak dipelajarinya? Apa aktivitasnya? Dengan siapa dia berkomunikasi?


Lantas, apa yang ada dibenak anak dan suami yang menikah? Tidakkah Rizieq berpikir kesana? Atau memang gank FPI memang diarahkan berubah?


Disisi lain para pengurus FPI yang juga tampak hadir diam saja dengan ungkapan-ungkapan kotor Rizieq. Ditambah dibagian doa, ada penyebutan nama presiden ke 5 dan ke 7 yang didoakan tidak panjang umur. Ormas ini benar-benar menjadi ormas bar-bar yang semaunya sendiri. Bukan hanya telah melanggar aturan negara namun juga ajaran-ajaran dalam Islam sendiri dilanggarnya.


Entah mau jadi apa gerombolan mereka ke depannya. Negara dan aparat banyak diam sesungguhnya karena masih menghormati Rizieq sebagai Dzurriyah. Semestinya Rizieq merasa malu dengan sepak terjangnya selama ini. Cek saja berbagai unggahan di sosmed, di web, di youtube yang berisi segala caci maki dan fitnahannya. Jangan sampai berbagai perkataan maupun tingkah kotornya malah membebani anak cucu dia kelak.


Kepulangan ke Indonesia sudah selayaknya jadi momentum bagi Rizieq untuk berubah menjadi baik, membenahi segala apa yang sudah dilakukannya selama ini. Dia mestinya fokus menyelesaikan berbagai persoalan termasuk masalah-masalah yang masih jadi tanggungan di kepolisian. Setelah selesai, tata kembali ormas yang sudah dipimpinnya kembali ke jalan yang benar. Silahkan berpolitik, tapi politik yang sesuai dengan ajaran Rasulullah. Di FPI sendiri butuh orang-orang yang bisa mengingatkan. Tentu kita tidak bisa berharap pada Novel Bamukmin, Sobri Lubis atau Munarman. Mereka setali tiga uang dengan Rizieq.




Berita Lainnya

Mengejek Adzan

03/12/2020 14:04 - Indah Pratiwi

KITA MEMBIAYAI PARA TERORIS

03/12/2020 10:40 - Indah Pratiwi
Kemukakan Pendapat


BOLA