Saturday, 05 Dec 2020
Temukan Kami di :
Opini

Kita Nikita

Indah Pratiwi Budi - 16/11/2020 22:06 Oleh : Do Ro

Meme ini mendadak muncul di mana-mana, sebagai reaksi atas dihujatnya dia oleh seorang Ustad. Selain sebagai respons atas kejadian aktual baru-baru ini, barangkali kita sendiri masih terperosok dalam "lubang hitam" lantaran figur yang menarik untuk dipuja sudah habis jika enggan dikatakan tidak ada.


Tokoh-tokoh masyarakat banyak yang sudah berpulang, sedangkan di era pasca Reformasi ini kita masih terjerumus dalam budaya feodalisme, kerap gagal mengelola apapun, baik dalam kelompoknya sendiri. Ruang lainnya yang dulu diciptakan orang-orang demokratis makin tak terjangkau, makin elit, sampai tokohnya sendiri berguguran dimakan usia.


"Grass Root" gagap mencari tokohnya sendiri. Yang kini "paling mungkin" ditemukan dalam sosok kontroversial. Tersering mereka menemuinya dalam kelompok/ormas keagamaan.


Yang paling keras, paling "anti mainstream" paling disuka, ketika mencoba bersikap kritis kerap diejek sebagai "nyinyir" sedangkan tindakan kebaikan hari ini, baik individu pun kelompok kita segan mengakuinya sebagai "tidak populer".


Tak bermaksud menyalahkan siapapun, karena kita sendiri sudah terlalu lama membiarkan hal itu terjadi- sadar tak sadar dikekalkan media daring yang menghamba pada "click bait". Dikekalkan pada hitungan algoritma traffic sosial media....


Hari ini kita gegap gempita menyambut "tokoh baru", entah besok siapa lagi...

Sumber : Status Facebook Do Ro




Berita Lainnya

Mentertawakan Perdebatan Di Medsos

04/12/2020 12:32 - Indah Pratiwi Budi
Kemukakan Pendapat


BOLA