Thursday, 21 Jan 2021
Temukan Kami di :
Nasional

Berbeda dengan Kasetpres, Mahfud MD Sebut Gatot Tetap Terima Bintang Mahaputra Meski tak Hadir

Baharuddin Kamal - 11/11/2020 13:34 Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD.

Beritacenter.COM - Meski tak hadir, Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo dipastikan tetap mendapat Bintang Mahaputera. Hal tersebut dikatakan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD.

Pernyataan Mahfud ini berlawanan dengan ucapan Kepala Sekretariat Presiden, Heru Budi Hartono yang menyebutkan bahwa Gatot tak mendapat Bintang Mahaputra karena telah bersurat kepada Presiden Jokowi dan tidak hadir di hari penganugerahan.

"Iya nanti dikirim melalui sesmil, Beliau (Gatot) mengatakan di sini menyatakan menerima, sehingga hanya tak bisa hadir penyematannya," ujar Mahfud selepas mengikuti penganugerahan bintang tanda jasa untuk puluhan tokoh di Istana Negara, Jakarta, Rabu (11/10/2020).

Mahfud menjelaskan, dalam surat suaranya Gatot telah menerima Bintang Mahaputra. Dalam surat itu, Gatot juga menjelaskan alasan dirinya tak bisa hadir dikarenakan kondisi Covid-19.

"Dari sekian yang dianugerahi Bintang Mahaputera itu ada yang tidak hadir yaitu bapak Gatot Nurmantyo. Tapi dalam suratnya Pak Gatot itu menyatakan menerima pemberian bintang jasa ini, tetapi beliau tidak bisa hadir karena beberapa alasan," jelas Mahfud.

"Pertama karena ini suasana Covid-19. Karena suasana covid, disepakati pada Agustus dulu dipecah (pemberiannya). Separuh bulan Agustus, separuh sekarang. Sehingga suasana covid terpatuhi standarnya," ucap Mahfud.

Kedua, lanjut Mahfud, dalam surat Gatot, disebutkan pemberian tanda jasa tersebut tidak lazim diberikan di November. Hal itu merujuk pada pernyataan Mantan Sesmilpres yang juga politikus PDI Perjuangan Mayjen TNI (Purn) TB Hasanuddin.

"Kedua, kita tetap kalau Beliau mengatakan karena menurut Pak TB Hasanuddin ini tidak lazim diberikan di bulan November, karena biasanya di bulan Agustus, iya, justru karena musim covid kita pecah dua tapi tak lebih dari tahun 2020. Menurut Sesmil Mayjen Suharyanto, harus rampung tahun ini sebagai hak, karena tahun berikutnya sudah ada lagi,” ucap Mahfud.

“Jadi kalau diberikan tanggal sekarang ini karena Agustus (kemarin) disepakati dipecah dua agar tak berkerumun, bahwa covid ada protokol kesehatan baik sebelum masuk, maupun ketika akan masuk dan di dalam," beber Mahfud.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA