Friday, 21 Jan 2022
Temukan Kami di :
Kriminal

Rusuh Aksi Tawuran Warga di Makassar, Polisi dan Pos Pengamanan Juga Diserang

Aisyah Isyana - 06/11/2020 09:50

Beritacenter.COM - Aksi tawuran antar kelompok warga terjadi di Jalan Barukang Raya, Makassar, Sulawesi Selatan. Tak hanya saling melancarkan serangan, para pelaku tawuran juga menyerang polisi yang tengah melakukan penjagaan di pos pengamanan di sekitar TKP.

Aksi tawuran ini diketahui terjadi antara warga Barukang melawan warga Cambayya ditengah jalan raya, Jum'at dini hari, sekira pukul 02.00 WITA. Polisi yang mendapat laporan tawuran hingga penyerangan pos polisi langsung mendatangi lokasi dan membubarkan aksi tawuran.

Baca juga : Kemenkes : Habib Rizieq dan Siapapun dari Luar Negeri Harus Dikarantina 14 Hari!

"Pos PAM tersebut diserang oleh kelompok dari Barukang yang semua keluar dari Jalan Barukang 2 dan Jalan Bolu, kemudian anggota berlindung di dalam kantor Pegadaian. Mendapat informasi tersebut kemudian Sabhara Polres Pelabuhan Makassar bergerak dari Mako untuk melakukan tindakan-tindakan kepolisian dengan melakukan tindakan tegas terukur," ujar Kasat Sabhara Polres Pelabuhan Makassar, Iptu Asfada, Jumat (6/11/2020).

Polisi bahkan menerjunkan mobil water cannon dan personel patorli motor, guna melakukan pembubaran terhadap warga yang bentork. Alhasil, para pelaku tawuran berhamburan lari dari lokasi. Polisi tetap melakukan penyisiran serta razia di sekitar lokasi, pasca pembubaran aksi tawuran warga tersebut.

Dari situ, polisi menangkap sedikitnya lima orang yang dicurigai ke Mapolres Pelabuhan Makassar untuk diperiksa. Salah satu dari pria itu bahkan kedapatan membawa parang.

"Dengan menggunakan water cannon dan melakukan razia dari hasil razia yang kita temukan pagi hari ini ada 5 orang yang kita amankan, salah satunya membawa senjata tajam. Untuk 5 orang tersebut kita amankan dulu ke Mako untuk melakukan penyelidikan apabila terbukti maka kita akan proses hukum namun jika tidak terbukti kita akan kembalikan kepada keluarganya," kata Asfada.

Baca juga : PDIP DKI ke Anies : Rencana Tangani Banjir 6 Jam Surut Oke.. Tapi Mustahil!

Dari keterangan yang didapat, aksi penyerangan terhadap anggota polisi di lakukan para pelaku lantaran tak senang aksi tawuran mereka hendak dibubarkan petugas.

"Jadi selama ini memang salah satu kelompok yang kelompok ini tidak senang apabila ada polisi yang datang untuk melakukan pencegahan terhadap kedua kelompok ini, salah satu kelompok ini pada saat kita datang itu sudah kabur namun kelompok Barukang ini yang kebanyakan orang dari luar masuk ke dalam sini membantu, itulah yang lalu melakukan perlawanan baik menggunakan senapan angin, busur, bom molotov, maupun batu dan balok," jelas Asfada.

Adapun motif digelarnya aksi tawuran itu diketahui lantaran adanya dendam lama antar kedua kelompok warga tersebut. Salah satu kelompok mengaku warganya pernah menjadi korban penganiayaan, hingga akhirnya terjadi aksi saling balas.

"Yang selama ini yaitu kelompok Barukang melawan kelompok Cambayya, adapun permasalahan yang selalu di dilempar adalah kasus-kasus lama dendam-dendam lama yang pernah dikeroyok kemudian disambung dengan penganiayaan juga itulah yang berkepanjangan sampai saat ini," ungkap Asfada.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA