Wednesday, 22 Sep 2021
Temukan Kami di :
Internasional

Cuitkan Kemarahan di Twitter, Trump : Hentikan Perhitungan, Hentikan Penipuan!

Aisyah Isyana - 06/11/2020 07:45

Beritacenter.COM - Presiden Amerika Serikat (AS), Donlad Trump, meminta agar perhitungan suara Pilpres AS segera dihentikan. Trump yang menuding adanya penipuan di Pilpres itu meluapkan kemarahannya dengan menuliskan cuitan dalam huruf kapital di Twitternya.

"HENTIKAN PENGHITUNGAN!" cuit Trump via akun Twitter-nya, seperti dilansir Associated Press, Jumat (6/11/2020).

Jika benar dilakukan penghentian perhitungan suara, sejatinya hal itu hanya akan berdampak kepada kemenangan cepat rival Trump, yakni capres partai Demokrat, Joe Biden. Terlebih, Trump selaku Presiden AS juga tak memiliki wewenang untuk menghentikan perhitungan suara di Pilpres.

Baca juga :

Sejauh ini, posisi perhitungan suara menunjukkan Biden unggul dengan 264 electoral vote atas Trump yang hanya meraup 214 electoral votes. Dari total 538 electoral vites, dibutuhkan 270 electoral votes untuk dapat menang di Pilpres AS.

Dengan begitu, Biden hanya butuh 6 electoral votes lagi untuk dapat memenangkan Pilpres AS. Namun, Trump menuding adanya penipuan dan menolak perhitungan setiap suara yang masuk setelah pemilu.

"SETIAP SUARA YANG MASUK SETELAH HARI PEMILU TIDAK AKAN DIHITUNG!" kicau Trump kembali via akun Twitternya.

Adapun cuitan Trump itu tampaknya menganjurkan untuk membuang suara yang tak terhitung secara hukum, termasuk dari diplomat dan pejabat dinas yang betugas di luar negeri. Lebih lagi banyak negara bagian di AS yang masih menerima surat suara via pos, pasca hari pemilu asalkan telah mendapat cap pos sebelum 3 November.

Tak terima akan hal itu dan menuding adanya penipuan di Pilpres, Trump menegaskan gugatan hukum akan diajukan tim hukumnya terhadap hasil perhitungan di beberapa negara bagian yang memenangkan Biden. Trump mengklaim pihaknya mendapat banyak bukti soal adanya penipuan di Pilpres AS.

"Seluruh negara bagian yang baru-baru ini diklaim Biden akan digugat secara hukum oleh kami atas Penipuan Pemilih dan Penipuan Pemilu Negara Bagian. Banyak buktinya -- cek saja Media. KITA AKAN MENANG! America First!" ungkapnya.

"HENTIKAN PENIPUAN!" tegas Trump lagi.

Pihak Twitter melabeli dua cuitan Donald Trump dengan label 'diperdebatkan dan mungkin menyesatkan soal pemilu atau proses sipil lainnya'. Cuitan-cuitan Trump dengan huruf kapital itu dinilai sebagai sikap terakhir sang Presiden AS yang membenci kekalahan.

Sementara pernyataan yang Trump sampaikan mencerminkan upaya hukum terakhir yang akan dilakukan tim kampanyenya di beberapa negara bagian. Dalam hal ini, para pakar menilai langkah hukum yang ditempuh Trump merupakan langkah dangkal yang kecil kemungkinan dapat mengubah hasil akhir di Pilpres AS.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA