Friday, 07 May 2021
Temukan Kami di :
News

Pastikan Demo Berjalan Damai, KSPI Minta Polisi Cegah Penyusup dan Provokator

Kami mengimbau kepada aparat kepolisian agar sedapat mungkin dicegah adanya provokasi dari bukan massa pengunjuk rasa. Dari internal kami ingin pastikan bahwa aksi besok adalah aksi damai

Aisyah Isyana - 02/11/2020 11:41

Beritacenter.COM - Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) memastikan aksi unjuk rasa yang digelar hari ini akan berjalan dengan tertib dan damai. Guna mewujudkan hal itu, KSPI juga meminta bantuan polisi untuk mencegah masuknya provokator dan penyusup ke aksi demonstrasi yang akan digelar siang nanti.

"Kami mengimbau kepada aparat kepolisian agar sedapat mungkin dicegah adanya provokasi dari bukan massa pengunjuk rasa. Dari internal kami ingin pastikan bahwa aksi besok adalah aksi damai," kata Ketua Departemen Komunikasi dan Media KSPI Kahar S Cahyo, kepada wartawan, Minggu (1/11/2029).

Baca juga : Polri Siagakan 8 Ribu Personel Amankan Demo di Patung Kuda-Kedubes Prancis Siang Ini

Massa buruh akan lebih dulu berkumpul di Patung Kuda, Jakarta Pusat, sekira pukul jam 10.00 WIB, sebelum nantinya akan melanjutkan perjalanan untuk berdeom di depan MK dan Istana Merdeka Jakarta.

"Titik kumpul di Patung Kuda, kita rencana mau ke MK dan Istana," ujar Kahar.

Kabar memastikan aksi demonstrasi massa buruh kali ini akan berlangsung damai, tanpa adanya aksi anarkis dan kekerasan. Dia menyebut massa buruh akan menggelar aksi dengan cara terukur, terarah dan konstitusional.

"Terukur artinya kami sedapat mungkin mengendalikan maksa aksi, karena mereka anggota serikat buruh. Terarah dalam artian apa yang kami tuntut itu jelas soal pencabutan Cipta Kerja dan meminta agar upah tahun 2021 agar dinaikkan," katanya.

"Konstitusional tentu kami melakukan aksi berdasarkan undang-undang tentang penyampaian pendapat di muka umum itu," sambungnya.

Sekedar diketahui, aksi demo akan digelar para buruh yang tergabung dalam 32 konfederasi untuk menyuarakan penolakan omnibus law UU Cipta Kerja dan menuntut kenaikan upah minimum 2021. Demo akan dilakukan serentak di 24 provinsi. Senin (2/11).

"Tuntutan yang akan disuarakan adalah batalkan omnibus law UU Cipta Kerja dan menuntut agar upah minimum tahun 2021 (UMP, UMK, UMSP, dan UMSK) tetap naik," kata Presiden KSPI Said Iqbal dalam keterangan tertulis, Minggu (1/11).

Polri rencananya akan menyiapkan 8 ribu personel guna mengamankan aksi demonstrasi massa buruh tersebut. "Kemungkinan kayak yang kemarin, nggak jauh beda. Kemarin itu sekitar 7.000-8.000, cuma bisa berubah. Tapi nggak terlalu siginifikan," kata Kabag Ops Polres Jakarta Pusat, AKBP Wiraga Dimas Tama, kepada wartawan, Minggu (1/11/2020).




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA