Saturday, 28 Nov 2020
Temukan Kami di :
Nasional

Kecam Presiden Macron, Menag: Kebebasan Berekspresi Itu Tidak Boleh Cederai Kehormatan Agama Apapun

Lukman Salasi - 29/10/2020 13:24

BeritaCenter.COM – Menteri Agama Fachrul Razi ikut mengecam Presiden Prancis Ammnuel Macron yang dianggap telah menghina Islam dan melukai perasaan umat muslim di seluruh dunia.

"Pernyataan Presiden Perancis Emmanuel Macron melukai perasaan umat muslim karena mengaitkan agama Islam dengan tindakan terorisme." Hal ini disampaikan Fachrul Razi dalam keterangannya, Kamis (29/10/2020).

Fachrul menekankan setiap umat beragama harus menghormati simbol-simbol agama yang dianggap suci oleh pemeluk agama lain. Termasuk terkait pemahaman visualisasi Nabi Muhammad.

"Kebebasan berpendapat atau berekspresi tidak boleh dilakukan melampaui batas atau kebablasan sehingga mencederai kehormatan, kesucian, dan kesakralan nilai dan simbol agama apapun," tuturnya.

Fachrul mengimbau agar umat Islam di Indonesia tidak terpancing melakukan tindakan anarkis. Dia menuturkan Islam tidak membenarkan tindakan main hakim sendiri.

"Keagungan Islam tidak bisa ditegakkan dengan melanggar nilai-nilai kemanusiaan. Tunjukkan sikap tegas dengan tetap menjunjung tinggi watak umat beragama yang menolak tindak kekerasan," tuturnya.

Seperti diketahui, kasus ini bermula dari kejadian pemenggalan kepala seorang guru, yang telah menunjukkan kartun Nabi Muhammad kepada murid-muridnya sebagai bagian dari pelajaran tentang kebebasan berekspresi.

Presiden Prancis Emmanuel Macron membela penerbitan kartun Nabi Muhammmad. Alasannya demi kebebasan berekspresi. Hal ini lantas memicu aksi-aksi protes dan kemarahan di seluruh dunia Muslim dan kampanye untuk memboikot produk-produk Prancis.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA