Saturday, 28 Nov 2020
Temukan Kami di :
Kesehatan

IDI Bantah Pernyataan Aliansi Dokter Dunia Terkait Covid-19

Anas Baidowi - 28/10/2020 16:58

Beritacenter.COM - Ketua Satgas Kewaspadaan dan Kesiagaan Covid-19, prof. dr. Zubairi Djoerban membantah pernyataan Aliansi Dokter Dunia terkait virus Corona atau Covid-19. Profesor dari IDI itu menegaskan pernyataan itu palsu tidak benar.

"Aliansi Dokter Dunia bukan aliansi semua dokter atau sebagaian besar dokter. Tapi aliansi beberapa dokter di dunia kemudia mereka menyampaikan inforasi yang tidak benar," tegas prof Zubbairi, Rabu (28/10).

WHO juga sudah membantah pernyataan aliansi dokter dunia yang membingungkan masyarakat itu. Covid-19 telah terbukti adan dan bukan buatan laboratorium manapun.

"Virus itu benar ada, buktinya jelas, virus jelas, pasiennya jelas, kemudian yang dikuburkan di pemakaman dunia juga jelas banyak. Jadi mereka punya kepercayaan yang tidak benar," ujarnya.

Dia melanjutkan, segala pernyataan harus ada bukti ilmiah. Jadi yang diomongin objeknya apa, ada bukti ilmiahnya.

Aliansi Dokter Dunia mendeklarasikan dirinya pada 10 Oktober 2020. Aliansi tersebut terdiri dari beberapa ahli kesehatan di berbagai negara dan menyatakan bahwa Covid-19 tidak benar ada. Mereka menganggap Covid-19 sama saja dengan virus flu yang bersifat musiman.

Aliansi itu juga menyatakan bahwa tingkat tes pasien Corona dari 80 persen keliru. Namun Ketua Satgas penanganan Covid-19 prof. Wiku Adisasmito menegaskan bahwa pernyataan pada video itu mengandung misinformasi.

"Masyarakat harus tau, bahwa konten yang disebarkan oleh Aliansi Dokter Dunia masuk dalam kategori misinformasi. Terdapat tiga bentuk misinformasi terkait Covid-19," tutur Wiku dalam webinar BNPB, Selasa (27/10).

Ia memaparkan, misinformasi pertama terkait dengan keyakinan bersifat umum. Kedua, keyakinan terhadap teori konspirasi dan ketiga, keyakinan dari agama. Menurut Wiku, misinformasi bisa teridentifikasi dari pernyataan para ahli yang menyamakan Covid-19 dengan influenza.

"Penting diketahui penyebab dinamika transmisi dan akibat kedua penyakit tersebut sangat berbeda," tambahnya.

Satgas Penanganan Covid-19 mengingatkan masyarakat bahwa misinformasi dapat mempengaruhi seseorang terhadap suatu informasi. Oleh karena itu masyarakat harus evaluasi kredibilitas informasi yang diterima dan merujuk informasi tentang Covid-19 pada lembaga yang bisa dipercaya.

 




Berita Lainnya

Inilah 5 Tips Cara Atasi Depresi

26/11/2020 21:00 - Dewi Sari
Kemukakan Pendapat


BOLA