Monday, 30 Nov 2020
Temukan Kami di :
Kesehatan

Bos Microsoft Puji Vaksin Buatan 'Pfizer', Berpeluang Jadi Vaksin COVID-19 Pertama

Aisyah Isyana - 27/10/2020 19:28

Beritacenter.COM - Bos Microsoft Bill Gates tengah mengamati perkembangan vaksin Corona yang dipercaya dapat mengendalikan pandemi COVID-19 dan membuat dunia kembali seperti sedia kala. Gates bahkan kembali memprediksi kapan vaksin Corona tersedia dan perusahaan mana yang bakal jadi kandidat terbaik.

"Awal tahun depan. Dengan keberuntungan, kita akan punya dua atau tiga (vaksin Corona) dari 6 yang saat ini ada di fase percobaan," sebut sang pendiri Microsoft, ketika ditanya kapan vaksin Corona dapat diberikan ke masyarakat, khususnya di Amerika Serikat.

Baca juga :

Gates bahkan melontarkan pujian secara personal ke perusahaan farmasi Pfizer. "Pfizer punya peluang bagus untuk menjadi salah satu yang pertama, mereka adalah perusahaan vaksin yang sangat berpengalaman dan merancang studinya dengan sangat baik," ucap Gates.

Tak hanya Pfizer, Gates juga menyebut vaksin Corona lain yang kemungkinan dapat paling cepat disetujui, yakni AstraZeneca, yang merupakan vaksin buatan Universitas Oxford, Johnson & Johnson, Novavax, Moderna dan Sanofi.

Meski ada kabar yang kurang baik dalam uji coba vaksin Corona buatan AstraZeneca, dimana terdapat relawan yang meninggal dunia, Gates menyebut kejadian semacam itu adalah salah satu risiko dalam percobaan vaksin.

"Bahkan jika satu, dua atau tiga (vaksin Corona) mendapatkan persetujuan, efektivitas mereka dalam soal menghentikan kalian agar tidak jadi sakit atau tidak menularkan mungkin tidaklah sempurna," lanjut Gates yang dikutip dari Yahoo Finance, Selasa (27/10/2020).

Meski nanti keadaan dunia akan berangsur lebih membaik saat vaksin Corona tersedia secara luas di 2021, Gates menilai jika kondisi itu sejatinya belum sepenuhnya normal. Dia meramalkan kondisi dunia baru akan benar-benar pulih sepenuhnya di tahun 2022.

"Kita harus mendapatkan 70% plus populasi memperoleh vaksin Corona untuk benar-benar mendorong angka (penderita Corona) turun dan selama penyakit ini eksis di manapun di dunia ini, peluang untuk menular kembali akan selalu ada," tambah Gates.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA