Friday, 04 Dec 2020
Temukan Kami di :
Ekonomi

Ekonomi Indonesia VS Singapura

Indah Pratiwi - 26/10/2020 13:29 Oleh : Dion Pahlevi

Sejak lama sebenarnya negara kita yang besar ini hanya jadi sapi perah bagi Singapura.

Singapura adalah negara satelit barat untuk menguasai ASEAN. Dengan jaringan mereka yang kuat, maka Singapura berhasil membuat pelabuhan terbesar dan tersibuk yang menjadi pendapatan besar bagi negara mereka.

Sebenarnya bukan pelabuhan itu yang membuat mereka benar2 menjadi negara "kaya". Uang Indonesia-lah yang membuat mereka menjadi kaya spt sekarang ini.

Sudah sejak lama, Singapura menjadi surga bagi koruptor Indonesia. Hitung saja, berapa puluh tahun Soeharto berkuasa dan berapa triliun uang yg dikeruk dari Indonesia melalui kroni2 Soeharto. Karena itu, Singapura tidak pernah mau tanda-tangan perjanjian ekstradisi dengan Indonesia.

Pada kerusuhan Mei 98 saja, Singapura menjadi "pelindung" bagi orang2 kaya Indonesia. Yang dimaksud pelindung disini sebenarnya lebih kepada mafia saja, karena yang dilindungi sebenarnya hanyalah uangnya bukan orangnya. Ratusan triliun mengalir ke Singapura pada waktu itu. Dan dana itu terus menerus mengalir ratusan triliun lagi pada tahun2 selanjutnya. Di perkirakan ada 4 ribu triliun rupiah yg parkir di Singapura saja...

Untuk apa uang-uang itu ? Sialnya, untuk membeli perusahaan Indonesia juga. Mulai Telkomsel, BII, Danamon, Indosat dan lain2.

Singapura dapat untung 8 triliun dgn menjual BII kepada Maybank. Danamon lebih gila lagi. Dulu tahun 2003 mereka belinya hanya 3 triliun, sekarang nilai jual Danamon lebih dari 50 triliun. Ajibb.. Dan kita terus2an bego.

Kenapa kita bego? Karena pejabat2 militer dan pemerintahan kita di suapi terus oleh Singapura. Kalau hanya untuk bangun pelabuhan sebesar Singapura mah Indonesia dari dulu juga bisa, pertanyaannya kenapa gak bisa? Karena memang sengaja di lemahkan supaya kita terus impoten...

Kalau ada pejabat yang bersih dan ingin melawan dominasi Singapura, maka keluarlah LSM, ORMAS2 bayaran yang menentangnya. Dikepung terus sampai pejabat itu yang dihajar keluar dari pemerintahan.. Dahsyat memang.

Singapura mulai merasa ada yg salah pada perhitungan mereka ketika mereka tidak banyak bermain di pilpres 2014. Mereka tidak berhitung: " Siapa sih Jokowi ?" Tukang meubel, kerempeng, bukan dr keturunan orang terhormat dan kaya. Jelas Singapura pegang Prabowo lah. Apalagi di barisannya banyak pejabat2 lama yg selama ini menjadi boneka2 mereka.

Mereka salah besar.

Jokowi, bapak si penjual martabak itu, menang pemilu dan tidak seperti yang mereka perhitungkan. Tegas, visioner dan - yg mengagetkan - tidak bisa di beli. Kesalahan perhitungan Singapura terhadap Jokowi harus di bayar mahal. Dengan UU Tax Amnesty, potensi ribuan triliuan rupiah akan terbang dari Singapura dan mudik ke kampungnya.

Bukan sekarang yang ditakutkan Singapura terhadap Indonesia.

Tapi 10 tahun lagi, ketika Indonesia selesai dengan infrastrukturnya mulai pelabuhan, keuangan sampai pariwisata, maka Indonesia akan menjadi Guliver yang sadar bahwa ia sebenarnya raksasa dan Singapura adalah liliput. Dan sekarang Singapura keok...

Sumber : Status Facebook Dion Pahlevi




Berita Lainnya

Ini 3 Prinsip Ala Ahok Untuk Gaet Investor

02/12/2020 16:47 - Anas Baidowi

Data Ekonomi Positif Bikin Harga Emas Anjlok

24/11/2020 09:16 - Anas Baidowi
Kemukakan Pendapat


BOLA