Saturday, 28 Nov 2020
Temukan Kami di :
News

Polisi Amankan 5 Perusuh Demo Tolak Omnibus Law di Jember

Aisyah Isyana - 25/10/2020 20:20

Beritacenter.COM - Sebanyak 5 perusuh di aksi demo tolak omnibus law UU Cipta Kerja massa Aliansi Jember Menggugat (AJM) di DPRD Jember, diamankan polisi. Kelima orang yang ditangkap itu merupakan pelajar, mahasiswa, hingga pekerja swasta.

"Dari tindakan anarkis saat aksi demo dari AJM itu, kami menangkap 5 orang pelaku. Yakni 2 pelajar, 2 pekerja swasta dan 1 orang mahasiswa," kata Wakapolres Jember Kompol Windy Syafuta saat rilis di mapolres, Minggu (25/10/2020).

Baca juga :

Pengamanan terhadap lima pelaku dilakukan polisi setelah mendapati mereka melakukan aksi anarkis. Hal itu diketahui setelah polisi mengecek rekaman video saat proses identifikasi selama pengawasan kegiatan unjuk rasa (unras). Kelima orang itu melakukan pelemparan batu, hingga barang diduga petasan, serta perusakan fasilitas umum.

"Yakni pelaku ini melakukan pelemparan ke arah gedung, melempar kaca, melempar petasan ke arah petugas, juga mengancam rekan-rekan media," jelasnya.

Selanjutnya, akan dilakukan tahap penyelidikan dengan memanggil korlap aksi, terkait proses lanjutan penangkapan terhadap lima pelaku. "Yang nantinya akan kami lakukan saat jam kerja, selama tiga hari ke depan ini. Yang nantinya sebagai saksi karena yang ada dalam aksi (unras tersebut) yang menyampaikan bahwa aksi itu (unras AJM) adalah aksi damai," katanya.

Widy mengatakan, pihaknya akan melakukan penyelidikan dan pendalaman terkait apakah ada niat awal dari pelaku melakukan kericuhan. "Karena saat ini masih kesimpulan awal. Terkait kesimpulan mendalam masih dalam proses. Karena dari awal aksi Unras itu adalah aksi damai dan upaya kami (kepolisian) sudah melakukan pencegahan-pencegahan," ucapnya.

"Tidak menutup kemungkinan akan ada pelaku lainnya yang kami amankan. Karena saat ini masih proses penyelidikan mendalam, dan belum kami ambil kesimpulan. Aktor lain masih kami dalami, termasuk juga peran dari masing-masing pelaku," sambung Windy.

Sementara identitas pelaku yang ditangkap, yakni AFM (17) warga Rambipuji, THS warga Kaliwates, AS warga kebonsari, MRE dan MAS. Kelima pelaku terancam dijerat dengan Pasal 170, Pasal 214 dan Pasal 160 KUHP.

"Dengan ancaman hukuman antara 7 tahun dan maksimal 8 tahun penjara, karena terkait tentang perusakan terhadap barang," pungkasnya.




Berita Lainnya

Luhut Sebut Edhy Prabowo Kesatria, Ini Alasannya...

28/11/2020 00:27 - Baharuddin Kamal
Kemukakan Pendapat


BOLA