Thursday, 03 Dec 2020
Temukan Kami di :
Nasional

Ketua MPR Apresiasi Kinerja Polri yang Berhasil Tetapkan 8 Tersangka Terkait Kebakaran Kejagung RI

Baharuddin Kamal - 24/10/2020 16:53 Ketua MPR Bambang Soesatyo.

Beritacenter.COM - Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Bambang Soesatyo mengapresiasi kinerja polri yang telah berhasil menetapkan delapan tersangka terkait penyebab kebakaran gedung utama Kejaksaan Agung (Kejagung).

Dia berharap proses investigasi sekaligus penegakan hukum bisa menjawab berbagai pertanyaan masyarakat terkait penyebab kebakaran, apakah ada unsur kesengajaan atau murni kecelakaan.

"Ujung dari proses penegakan hukum ini akan bermuara ke pengadilan. Di situ akan terlihat, apakah penetapan delapan orang tersangka tersebut mampu menjawab penyebab kebakaran gedung Kejaksaan Agung. Proses penegakan hukum ini harus menjunjung tinggi keadilan, bahkan terhadap para tersangka juga harus diadili secara tegas dan adil," ujar Bamsoet dalam keterangannya, Sabtu (24/10/2020).

Dia mengatakan, bila nantinya ke delapan orang itu terbukti bersalah di depan hukum, mereka harus mendapat ganjaran yang setimpal sesuai peraturan perundangan. Sehingga menjadi pelajaran kepada siapapun untuk lebih berhati-hati.

"Dari sini kita belajar untuk tak boleh mengabaikan potensi terjadinya kebakaran. Dari hal kecil seperti puntung rokok saja, bisa menyulut kobaran besar api yang bisa melahap berbagai sudut ruangan, bahkan bisa membuat nyawa melayang," tandas Bamsoet.

Ketua DPR RI ke-20 ini menekankan berbagai kementerian/lembaga harus mengambil pelajaran dari kebakaran yang menimpa gedung Kejaksaan Agung. Sejak dini harus mengantisipasi segala kemungkinan potensi terjadinya kebakaran.

Jangan karena kelalaian manajemen keselamatan gedung, kata dia, uang rakyat yang seharusnya bisa digunakan untuk membangun berbagai infrastruktur jalan maupun pendidikan, malah digunakan untuk merenovasi gedung akibat kebakaran.

"Dari kebakaran gedung Kejaksaan Agung, potensi kerugiannya ditaksir mencapai Rp 1,1 triliun. Beruntung tidak ada korban jiwa. Ke depan, tak boleh lagi terjadi kebakaran di gedung milik pemerintah. Manajemen keselamatan harus diutamakan. Hydrant maupun alat pemadam kebakaran harus di cek secara berkala, dipastikan kesiapannya tatkala dibutuhkan saat keadaan emergency," pungkasnya.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA