Saturday, 28 Nov 2020
Temukan Kami di :
News

Kasus Aktif Turun dan Angka Kesembuhan Naik, Satgas COVID-19 Apresiasi Dokter-Nakes

Aisyah Isyana - 21/10/2020 20:55

Beritacenter.COM - Angka kasus aktif Corona (COVID-19) di Indonesia terpantau menurun drastis dalam sebulan terakhir ini. Jika dibandingkan bulan sebelumnya, kasus aktif Corona per 20 September-20 Oktober terpantau menurun sebesar 6,79 persen.

"Kasus aktif pada periode 20 September-20 Oktober sekarang itu mengalami penurunan yang luar biasa, sekitar 6,79 persen penurunan kasus aktif, sementara di tingkat global kasus aktifnya bukannya malah menurun, tapi meningkat," kata Ketua Satgas COVID-19 Doni Monardo dalam siaran langsung yang ditayangkan akun YouTube BNPB, Rabu (21/10/2020).

Baca juga : Fraksi PKS DPRD DKI Soroti Disiplin Kepatuhan 3M Terkait Tingginya Kasus Corona di Jakarta

Selain itu, angka kesembuhan juga terpantau meningkat signifikan. Menurutnya, terdapat peningkatan angka kesembuhan sebesar 7 persen, jika dibandingkan bulan sebelumnya.

"Angka kesembuhan mengalami peningkatan yang juga sangat signifikan dari posisi tanggal 20 September berada pada angka 72,5 persen, dan tanggal 20 Oktober pada angka 79,63 persen. Jadi ada peningkatan 7 persen lebih yang sembuh, dan hari ini kesembuhan mendekati angka 300 ribu orang, tepatnya 297 ribu orang yang sudah sembuh," ujarnya.

Atas adanya peningkatan baik ini, Doni menyampaikan aspirasi sebesar-besarnya kepada para dokter dan tenaga kesehatan yang berjibaku digaris terdepan penanganan COVID-19. Apresiasi terhadap seluruh pihak terkait pemerintah pusat dan daerah yang bersinergi menangani Corona.

"Ini harus kita berikan apresiasi yang luar biasa, terutama pada dokter yang bekerja keras, perawat, dan tenaga kesehatan lainnya yang telah banting tulang mengabdikan waktu tenaga dan raganya untuk kesembuhan pasien di rumah sakit," katanya.

"Kesembuhan ini adalah sebuah kerja keras dari semuanya, baik dari Presiden, para menteri, gubernur, bupati, wali kota. Hari ini kita merasa cukup senang karena angka kesembuhan yang tinggi," lanjut Doni.

Baca juga : Jelang Libur Akhir Oktober, Wagub DKI Soroti 2 Kali Lonjakan Kasus-Imbau Warga Tetap Dirumah

Doni juga mengimbau masyarakat untuk senantiasa menerapkan protokol kesehatan dan selalu waspada. "Tapi ingat, kita tidak boleh lengah kehilangan kewaspadaan, akan dapat dengan cepat membalikkan keadaan, yang semula terkendali menjadi tidak terkendali," ujar Doni.

Selain itu, Doni juga mewanti-wanti agar masyrakat selalu mematuhi protokol kesehatan, terlebih memasuki momen libur panjang Oktober nanti. Dia berharap, tak ada lagi peningkatan kasus seperti saat momen libur panjang Agustus lalu.

"Karena setelah kembali dari cuti atau libur panjang Agustus lalu, kita mengalami hal yang sangat mengkhawatirkan. Kami mencatat angka kematian dokter pada periode akhir Juli dan Agustus serta September itu termasuk yang tertinggi dalam 7 bulan terakhir. Jadi, ketika kasus positif meningkat pasien bertambah, maka secara paralel angka kematian dokter pun bertambah," ucapnya.

"Sekali lagi, kita hanya dituntut patuh protokol kesehatan selama liburan, memakai masker, menjaga jarak, hindari kerumunan, dan tentunya harus selalu sering mencuci tangan serta juga jangan lupa tetap berdoa memohon kepada Allah SWT, Tuhan yang Mahakuasa, untuk diberikan perlindungan, termasuk juga meningkatkan imunitas tubuh kita dengan olahraga teratur, istirahat cukup, makanan bergizi, tidak panik, harus gembira," lanjut Doni.




Berita Lainnya

Luhut Sebut Edhy Prabowo Kesatria, Ini Alasannya...

28/11/2020 00:27 - Baharuddin Kamal
Kemukakan Pendapat


BOLA