Saturday, 28 Nov 2020
Temukan Kami di :
Kriminal

Bangun Narasi Buruk Soal NU, LAWAN Institute Minta Gus Nur Kembali Dipenjara

Anas Baidowi - 20/10/2020 16:56 Pendakwah Sugi Nur Rahardja atau Gus Nur

Beritacenter.COM - Aktivis NU yang juga Direktur Lingkar Wajah Kemanusiaan (LAWAN Institute), Muhammad Mualimin angkat bicara terkait pernyataan pendakwah Sugi Nur Rahardja atau Gus Nur di kanal YouTube milik 'Refly Harun'. Mualimin menilai pernyataan yang menuding adanya PKI di kubu NU sudah keterlaluan.

Menurut BPL PB HMI ini, Gus Nur tidak pernah belajar dari kesalahannya, mengingat dirinya pernah ditahan dengan kasus pencemaran nama baik. Sehingga Mualimin meminta penegak hukum untuk kembali menangkap Gus Nur agar jera.

‘’Sebagai generasi muda NU, saya tersinggung. Siapapun boleh mengkritik kebijakan NU, tapi kalau sudah menuduh ada PKI di tubuh NU, itu jelas fitnah karena PKI sudah dibubarkan 55 tahun silam, itu tuduhan yang sangat keji. Dan saya kira Gus Nur hanya ngoceh tanpa dasar. Polisi harus kirim lagi Gus Nur ke jeruji besi,’’ kata Mualimin di Jakarta, Selasa (20/10/2020).

Menurut mualimin, dalam mencari popularitas tak harus dengan merekayasa narasi yang menghancurkan citra ormas lain. Alangkah lebih baik jika mencari popularitas dengan menyodorkan karya atau prestasi konstruktif.

‘’Sungguh jahat orang yang ingin meroket dengan cara menjatuhkan ormas sebesar dan seberjasa NU. Jangan sampai karena otak tidak ada ide cemerlang, mulut kotor berkoar untuk menyita perhatian publik. Pendakwah macam itu hanya meracuni pikiran masyarakat, mengeksploitasi umat, dan mengadu domba kaum nahdliyin,’’ ujar Magister Hukum Universitas Nasional ini.

Perlu diketahui, pada 2019, Gus Nur harus berurusan dengan pihak penegak hukum terkait kasus pencemaran nama baik NU. Gus Nur dijerat hukuman 1,6 tahun penjara. Mualimin menilai, jerat hukum tersebut tidak cukup untuk memperbaiki mulut rusak pendakwah tidak berbobot tersebut, sehingga perlu ‘dididik’ ulang di lapas.

‘’Dari pada bebas tapi menghina lagi, lebih baik Gus Nur dikerangkeng saja. Tindakan teman-teman santri yang melaporkannya ke Polisi sudah benar. Di negara hukum, tak boleh siapapun merendahkan martabat pihak lain, apalagi kalau penghinaan bertujuan mencari popularitas semata,’’ pungkasnya.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA