Saturday, 28 Nov 2020
Temukan Kami di :
Nasional

Tak Ingin Vaksinasi Seperti UU Ciptaker, Jokowi Ingatkan Pentingnya Komunikasi Publik

Anas Baidowi - 19/10/2020 21:30 Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi)

Beritacenter.COM - Berkaca dari polemik UU Cipta kerja yang timbul karena kesalahpahaman dan isu-isu liar yang beredar akibat kurangnya informasi yang diberikan pemerintah kepada masyarakat.

Untuk itu, Komunikasi publik menjadi kunci penting dalam menyampaikan informasi seputar rencana pemberian vaksin Corona (COVID19) kepada masyarakat.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) terus memberi arahan terkait vaksin COVID-19. Jokowi juga berulang kali mengingatkan pentingnya mengenai komunikasi publik agar tak ada kabar hoax di masyarakat soal vaksin.

"Vaksin ini saya minta jangan tergesa-gesa karena sangat kompleks, menyangkut nanti persepsi di masyarakat. Kalau komunikasinya kurang baik, bisa kejadian kayak Undang-Undang Cipta Kerja ini," kata Jokowi dalam ratas yang disiarkan YouTube Sekretariat Presiden, Senin (19/10/2020).

Jokowi meminta agar betul-betul disiapkan komunikasi publik tentang vaksin Corona. Baik yang berkaitan dengan halal haram, kualitas, hingga proses distribusi.

"Saya harap betul-betul disiapkan mengenai vaksin, mengenai komunikasi publiknya, terutama yang berkaitan dengan halal dan haram, yang berkaitan dengan harga, yang berkaitan dengan kualitas, kemudian yang berkaitan dengan distribusinya seperti apa, meskipun tidak semua perlu kita sampaikan ke publik, harganya juga tidak harus kita sampaikan ke publik," ujarnya.

Tak hanya itu, Jokowi juga meminta agar pihak terkait tak menganggap remeh proses implementasi. Dia menyebut, terkait siapa saja yang akan diprioritaskan mendapatkan vaksin Covid-19 perlu diinformasikan, Berikut juga alasannya.

"Kemudian titik kritis dari vaksinasi ada di implementasi jangan anggap mudah implementasi. Prosesnya seperti apa, siapa yang pertama disuntik dulu, kenapa dia, harus dijelaskan betul kepada publik, proses komunikasi publik yang harus disiapkan betul," ucapnya.

Begitu juga sasaran vaksin gratis dan mandiri. Jokowi mengingatkan jangan sampai ada kesalahpahaman informasi sehingga memunculkan gerakan demonstrasi masyarakat.

"Siapa yang gratis siapa yang mandiri, dijelasin betul, harus detail, jangan sampai dihantam oleh isu, dipelintir kemudian kejadiannya bisa masyarakat demo lagi karena sekarang memang masyarakat pada posisi yang sulit," ujar Jokowi.

Lebih lanjut, Jokowi meminta jajarannya mempersiapkan perihal vaksin COVID-19 secara matang termasuk terkait penanggung jawab dalam pengadaan vaksin untuk rakyat Indonesia.

"Juga perlu saya ingatkan dalam pengadaan vaksin ini mestinya sudah harus segera jelas. Kalau menurut saya ya, untuk vaksin yang gratis untuk rakyat itu urusannya Menteri Kesehatan. Untuk yang mandiri, berarti yang bayar, itu urusannya BUMN," papar Jokowi.

Jokowi menjelaskan pentingnya kejelasan siapa penanggung jawab dalam pengadaan vaksin gratis dan vaksin berbayar tersebut. Hal itu, kata dia, berkaitan dengan proses administrasi dan kebertanggungjawaban.

"Ini menjadi jelas. Kalau nggak seperti ini nanti siapa yang tanda tangan menjadi tidak jelas, siapa yang tanggung jawab," ujarnya.

Selain itu, Jokowi meminta digelarnya training atau pelatihan terkait distribusi vaksin. Menurutnya, pelatihan terhadap pembawa vaksin penting dilakukan mengingat ada tata cara tertentu dalam memperlakukan vaksin COVID-19.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA