Friday, 23 Oct 2020
Temukan Kami di :
Kriminal

Istri Tak DIrumah, Pria di Mamasa Cabuli Anak Angkat Kelas 1 SMP

Anas Baidowi - 16/10/2020 13:58 Ilustrasi pencabulan

Beritacenter.COM - Seorang pria berinisial AM (34) warga Kecamatan Messawa, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar), harus berurusan dengan pihak kopisisan mencabuli anak angkatnya masih berstatus pelajar kelas I sekolah menengah pertama (SMP).

Pelaku AM berprofesi sebagai seorang petani itu digelandang oleh petugas Satuan Reserse Kriminal Polres Mamas, pada Jumat (16/10/2020) siang.

"Dalam kesempatan ini, dapat kami jelaskan bahwa korban merupakan anak angkat yang diadopsi oleh saudara tersangka sejak umur kurang-lebih 8 bulan. Semenjak dia (korban) diadopsi oleh tersangka, tinggal bersama di rumah mereka, dan sekarang korban sudah berumur 13 tahun," kata Kasat Reskrim Polres Mamasa Iptu Dedi Yulianto, Jumat (16/10).

Perlakuan bejat AM terungkap setelah korban menceritakan perlakuan ayah angkatnya itu kepada rekannya. Rekannya itu lalu bercerita kepada orang tua korban.

"Dilanjutkan kepada pemerintah setempat, yang akhirnya melaporkan masalah ini kepada polisi," ujar Dedi.

Dedi mengungkapkan, tersangka telah berulang kali mencabuli anak angkatnya itu di sejumlah tempat. Aksi bejat pelaku itu dilakukan saat istri sedang tidak berada di rumah.

"Itu terjadi kurang-lebih pada 16 dan 17 Mei 2020," ujarnya.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat polisi dengan Undang-Undang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Sementara itu, Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak Kabupaten Mamasa Martina berjanji akan mendampingi dan memulihkan psikologi, termasuk menyediakan rumah aman buat korban.

"Itu upaya kami bagaimana anak ini bisa kembali seperti biasa, jadi tidak terancam dari keluarga dan masyarakat. Supaya bisa dia kembali normal dan belajar seperti dulu. Itu upaya kami selaku perlindungan perempuan dan perlindungan anak. Selaku pendamping perempuan dan anak, kami akan bawa ke rumah yang telah disiapkan pemerintah setempat," pungkas Martina.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA