Thursday, 29 Oct 2020
Temukan Kami di :
News

BEM SI Akan Gelar Demo Tolak UU Cipta Kerja Besok, Lalin Sekitar Istana Mulai Ditutup Malam Ini

Baharuddin Kamal - 15/10/2020 23:57 Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo.

Beritacenter.COM - Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) akan kembali menggelar aksi penolakan UU Omnibus Law pada Jumat (16/10) besok di depan Istana Merdeka, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat.

Terkait hal itu, Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo mengatakan bahwa arus lalu lintas kawasan sekitar istana malam ini mulai ditutup.

"Sudah ada (penutupan arus)," kata Kombes Sambodo dalam keterangan kepada wartawan, Kamis (15/10/2020) pukul 22.58 WIB.

Dia menjelaskan, penutupan itu mulai diberlakukan sekitar pukul 23.00 WIB. Seluruh ruas jalan dari arah utara, barat, selatan yang akan mengarah ke istana, ditutup.

"(Jalan yang ditutup) Merdeka Barat, Harmoni, Jalan Veteran 3 dan belokan Gambir arah Istana," imbuhnya.

Aksi tersebut direncanakan dilakukan pada Jumat (16/10/2020) atau tepatnya sehabis sholat jum'at sekitar pukul 13.00 WIB. Massa mahasiswa akan turun ke jalan untuk menyampaikan mosi tidak percaya kepada pemerintah dan DPR atas disahkannya omnibus law UU Cipta Kerja.

"Aliansi BEM Seluruh Indonesia wilayah Jabodetabek Banten menyatakan akan kembali turun aksi menyuarakan pencabutan atas UU Cipta Kerja dan kembali menyampaikan mosi tidak percaya kepada pemerintah dan wakil rakyat," ujar Koordinator Wilayah BEM SeJabodetabek-Banten Aliansi BEM seluruh Indonesia Bagas Maropindra, dalam keterangan tertulisnya, Kamis (15/10/2020).

Dia menjelaskan, aksi besok merupakan aksi damai. Dia memastikan tidak akan ada tindakan anarkis. "Aksi ini merupakan aksi damai dan lepas dari semua tindakan anarkis, sebagai perwujudan gerakan intelektual dan moral mahasiswa Indonesia," kata Bagas.

Dia mengatakan, pihaknya akan menyuarakan empat tuntutan. Tuntutan tersebut yakni, mendesak Presiden untuk mengeluarkan PERPPU demi mencabut UU Cipta Kerja yang telah disahkan pada Senin, 5 Oktober 2020.

Mengecam tindakan pemerintah yang berusaha mengintervensi gerakan dan suara rakyat atas penolakan terhadap UU Cipta Kerja, mengecam berbagai tindakan represif Aparatur negara terhadap seluruh massa aksi. Serta mengajak Mahasiswa Seluruh Indonesia bersatu untuk terus menyampaikan penolakan atas UU Cipta Kerja hingga UU Cipta Kerja dicabut dan dibatalkan.




Berita Lainnya

BMKG Prediksi Cuaca di Jakarta

29/10/2020 07:00 - Dewi Sari
Kemukakan Pendapat


BOLA