Friday, 04 Dec 2020
Temukan Kami di :
News

TNI Sebut Prajurit LGBT Pelanggaran Berat, Sanksi Proses Hukum dan Pecat Tidak Hormat

Bertentangan dengan disiplin militer dan merupakan pelanggaran berat yang tidak boleh terjadi di lingkungan TNI. Proses hukum diterapkan secara tegas dengan diberikan pidana tambahan pemecatan melalui proses persidangan di Pengadilan Militer

Aisyah Isyana - 15/10/2020 12:55

Beritacenter.COM - Belum lama ini, heboh soal kasus anggota TNI yang dipecat lantaran hubungan sesama jenis. Menyikapi hal itu, TNI menegaskan akan memberikan sanksi tegas terhadap prajurit yang kedapatan lesbian, gay, biseksual, dan trangender (LGBT). Sanksi yang akan diberikan, yakni diproses hukum dan dipecat secara tidak hormat dari dinas militer.

"TNI menerapkan sanksi tegas terhadap oknum prajurit TNI yang terbukti melakukan pelanggaran hukum kesusilaan, termasuk di antaranya LGBT," ujar Kabid Penum Puspen TNI Kolonel Sus Aidil dalam keterangan tertulis, Kamis (15/10/2020).

Baca juga : 

Adapun aturan soal larangan LGBT, jelas Aidil, tertuang dalam Surat Telegram Panglima TNI Nomor ST No ST/398/2009 tanggal 22 Juli 2009 yang ditekankan kembali dengan Telegram Nomor ST/1648/2019 tanggal 22 Oktober 2019. Dalam aturan itu, LGBT disebut sebagai salah satu perbuatan yang tak patut dilakukan oleh prajurit TNI.

"Bertentangan dengan disiplin militer dan merupakan pelanggaran berat yang tidak boleh terjadi di lingkungan TNI. Proses hukum diterapkan secara tegas dengan diberikan pidana tambahan pemecatan melalui proses persidangan di Pengadilan Militer," tambah Aidil.

Selain itu, Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI juga disebut menjadi dasar pelanggara LGBT dilingkungan TNI. Adapun hal itu terkait dengan disiplin keprajuritan.

"Bahwa prajurit diberhentikan dengan tidak hormat dari dinas keprajuritan karena mempunyai tabiat dan atau perbuatan yang nyata-nyata dapat merugikan disiplin keprajuritan TNI (Pasal 62 UU TNI)," ucap Aidil.

Diberitakan sebelumnya, Pengadilan Militer II-10 Semarang memberikan sanksi pemecatan terhadap Praka P, yang merupakan prajurit TNI lantaran terbukti melakukan hubungan seks sesama jenis. Praka P dijatuhi hukuman 1 tahun penjara dan pemecatan dari dinas militer.

Tak hanya Praka P, seorang prajurit lainnya juga dipecat karena hubungan sesama jenis, yakni Pratu H. Pengadilan Militer II-09 Bandung memecat Pratu H karena hubungan sesama jenis yang dilakukan berulang dengan sesama anggota TNI.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA