Friday, 04 Dec 2020
Temukan Kami di :
News

KSP soal FPI 'Revolusi HRS' : Jelaskan Maknanya, Harus Dipertanggung Jawabkan!

Kalau maknanya revolusi itu sebagai positif, tentu tidak ada persoalan. Tapi kalau misalnya negatif, yang jelas akan menghadapi persoalan hukum. Jadi harus diperjelas maknanya itu apa. Kan memimpin revolusi, dia harus mempertanggungjawabkan tentang itu

Aisyah Isyana - 15/10/2020 09:53

Beritacenter.COM - Kantor Staf Presiden angkat bicara soal pernyataan Ketua DPP FPI Slamet Maarif yang menyinggung soal revolusi mental ala Presiden Jokowi saat ditanya maksud Habib Rizieq Syihab akan memimpin revolusi. KSP meminta FPI menjelaskan maksud revalusi HRS tersebut.

"Kalimat dia tidak jelas, makna revolusi itu apa? Sesuatu yang absurd dengan sesuatu yang nyata nggak bisa juga kita langsung membandingkan atau mempersamakan," kata Tenaga Ahli Utama KSP Ade Irfan Pulungan kepada wartawan, Rabu (14/10/2020).

"Jadi sekali lagi kalimat-kalimat dalam ruang publik itu harus menjadi pemahaman yang utuh oleh publik supaya tidak menimbulkan multitafsir, supaya tidak adanya persoalan-persoalan hukum yang berakibat kemudian," sambungnya.

Baca juga : Polri Pelajari Pernyataan Ketua FPI yang Sebut Habib Rizieq Akan Pimpin Revolusi

Dalam hal ini, Irfan menyebut program revulusi mental Jokowi tak bisa disamakan dengan revolusi yang disebut oleh FPI. Dia menyebut revolusi mental Jokowi tak ada indikasi melanggar hukum.

"Makanya, kita kan jangan berandai-andai dengan sesuatu yang tidak pasti yang mereka ucapkan. Kalau yang dikatakan Pak Jokowi kan sudah jelas, revolusi mental itu untuk mengubah sikap mental untuk yang lebih baik. Dan itu tidak ada indikasi melanggar hukum. Makanya makna kata revolusi itu harus diperjelas, kewajiban dia memperjelas itu," ujarnya.

Selain itu, Irfan menyebut FPI berkewajiban menjelaskan soal 'Habib Rizieq akan pulang ke Indonesia memimpin revolusi dan tidak bisa membiarkan publik menafsirkan sendiri. Irfan yang mengutif makna revolusi dari KBBI, lantas meminta FPI untuk menjelaskan maksud dari revolusi HRS.

"Kalau maknanya revolusi itu sebagai positif, tentu tidak ada persoalan. Tapi kalau misalnya negatif, yang jelas akan menghadapi persoalan hukum. Jadi harus diperjelas maknanya itu apa. Kan memimpin revolusi, dia harus mempertanggungjawabkan tentang itu," ujar Irfan.

"Kalau kita lihat dalam KBBI, arti dari revolusi itu kan perubahan ketatanegaraan pemerintahan atau keadaan sosial yang dilakukan dengan kekerasan, seperti perlawanan bersenjata. Artinya ada keinginan untuk perongrongan terhadap pemerintahan yang sah. Itu yang makanya harus dijelaskan oleh Ustaz Shabri (Ketum FPI Shabri Lubis), supaya tidak menimbulkan perdebatan dan fitnah terhadap kalimat yang disampaikan," imbuhnya.

Untuk diketahui, pernyataan Habib Rizieq akan segera pulang ke tanah air dan memimpin revolusi pertama kali disebut Ketum FPI KH Ahmad Shabri Lubis. Dia menyebut Habib Rizieq akan pulang sebentar lagi ke Indonesia, dari atas mobil komando saat aksi demonstrasi.

"Imam besar Habib Rizieq Syihab akan segera pulang ke Indonesia untuk memimpin revolusi," kata Shabri dari atas mobil komando, Selasa (13/10).

Alhasil, menculah anggapan jika revolusi yang dipimpin Habib Rizieq adalah tindakan makar. Menyikapi hal itu, Ketua DPP FPI Slamet Maarif berbicara mengenai makna revolusi yang tidak selalu dianggap makar.

"(Presiden Joko Widodo) Jokowi ngomong revolusi sah saja, nggak dianggap makar (Revolusi Mental)? Kan bisa saja HRS (Habib Rizieq Syihab) pimpin revolusi akhlak atau revolusi sistem," ujar Slamet Maarif kepada wartawan, Rabu (14/10).




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA