Friday, 23 Oct 2020
Temukan Kami di :
Opini

SEANDAINYA JOKOWI ADALAH SBY...

Indah Pratiwi Budi - 14/10/2020 21:30

Seandai Jokowi adalah SBY, ia mungkin akan menggelar konfrensi pers bertaburan kata prihatin hari ini. Ketika sebuah UU yang berpeluang membuka lapangan pekerjaan bagi anak-anak muda malah ditentang habis-habisan.

Seandainya Jokowi adalah SBY, ia mungkin gak akan berani mengajukan Omnibus Law yang memangkas sekian banyak kepentingan. Dulu SBY pernah berfikir untuk mengajukan perbaikan UU Tenaga Kerja. Semangatnya gak jauh beda dengan kluster ketenagakerjaan dalam UU Cipta Kerja.

Tapi ia jiper digertak demo buruh. Akhirnya batal. Sebab jiper adalah bagian dari rasa prihatin

Seandainya Jokowi adalah SBY, ia gak akan memilih memangkas subsidi BBM. Uang APBN lenyap menjadi asap knalpot. Jumlahnya ratusan triliun saban tahun. Sementara oleh Jokowi uang itu malah dignakan buat bangun infrastruktur.

Seandainya Jokowi adalah SBY, mungkin ia puas membangun candi Hambalang yang terbengkalai. Kita gak akan ketemu MRT yang menelusup di bawah tanah Jakarta. Juga LRT yang sebentar lagi beroperasi.

Juga ratusan kilo jalan, pelabuhan, bandara, pembangkit listrik baru.

Seandainya Jokowi adalah SBY, ia hanya akan berfikir 10 tahun masa kekuasaanya. Biar aman sentosa. Gak perlulah memikirkan masa depan bangsa yang akan mengalami bonus demografi. Apalagi kalau untuk itu harus melawan arus kepentingan yang terganggu.

Seandainya Jokowi adalah SBY, ia gak akan perang dengan mafia migas. Yang menggerogoti duit rakyat dari setiap liter BBM yang diimpor.

Seandainya Jokowi adalah SBY, ia tidak akan menyuruh Menteri Keuangannya untuk mengejar aset pemerintah yang dikuasai Cendana. Ia memilih membiarkan saja aset negara dirampok bertahun-tahun. Sementara sekarang Jokowi ngotot mengembalikan seluruh aset itu ke kantong negara. Sebab sesungguhnya itu semua milik rakyat.

Seandainya Jokowi adalah SBY, ia akan lebih memilih membiarkan gerombolan khilafah membesarkan sayapnya. Menelusup sampai ke tulang sumsum pemerintahan. Asal jangan ganggu kekuasaanya selama 10 tahun.

Seandainya Jokowi adalah SBY, mungkin ia akan memgiba-iba ketika tikaman pisau fitnah menusuk punggungnya. Ia akan berkata di depan TV, dengan wajah yang sendu dan mata terlihat sembab.

Tapi untung Jokowi adalah Jokowi. Ia hanya berusaha meninggalkan legacy. Untuk masa depan bangsa ini.

Ia tahu, ia akan jadi bekas Presiden Indonesia nantinya. Tapi ia gak mau jadi Presiden bekas.

Bekas Presiden meninggalkan legacy.

Sementara presiden bekas hanya meninggalkan candi yang terlantar.

Ditulis Oleh : Eko Kuntadhi 




Berita Lainnya

MEMANAS RI DENGAN MALAYSIA

22/10/2020 13:36 - Indah Pratiwi Budi

Jokowi Senyapkan Langkah Lawan

22/10/2020 08:17 - Indah Pratiwi Budi

BILA PAK SYAM JADI DITANGKAP

21/10/2020 17:05 - Anas Baidowi

RAHASIA JOKOWI MEREDAM PARA PEMBENCINYA

21/10/2020 08:50 - Indah Pratiwi Budi
Kemukakan Pendapat


BOLA