Saturday, 16 Jan 2021
Temukan Kami di :
News

PBNU Pastikan Tak Akan Ikut Demo Tolak Omnibus Law 'PA 212' dkk Hari Ini

NU tidak akan ikut dalam demo tersebut. PBNU lebih memilih jalan JR ke MK

Aisyah Isyana - 13/10/2020 07:25

Beritacenter.COM - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) memastikan tak akan terlibat dalam aksi demonsrasi tolak omnibus law UU Cipta Kerja yang digelar PA 212 dkk hari ini. Dalam hal ini, PBNU menyebut pihaknya akan memilih jalur melalui Mahkamah Konstitusi (MK).

"NU tidak akan ikut dalam demo tersebut. PBNU lebih memilih jalan JR ke MK," kata Sekjen PBNU, Helmy Faishal Zaini, Senin (12/10/2020).

Baca juga :

Sementara soal demo yang digelar PA 212 dkk hari ini, Helmy berharap agar aksi itu dapat berjalan tertib tanpa kericuhan. PBNU menyoroti tindakan perusakan yang tak sesuai dengan tuntutan agama.

"PBNU berharap tidak lagi ada kekerasan. Karena merusak bukanlah tuntutan agama," kata Helmy.

Sementara itu, jajaran Polda Metro Jaya telah menyiapkan pengamanan guna mengawal demo tolak omnibus law hari ini. Polisi berpesan agar massa demo tidak terprovokasi dan tidak ditunggangi oleh kepentingan lain.

"Jadi kita masih menunggu dari data intelijen. Kita kan harus tahu massanya berapa. Intinya Polri sudah siap mengamankan aksi besok. Khusus di istana kami maksimalkan untuk pengamanannya," kata Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana kepada wartawan, Senin (12/10).

Rencananya, aksi demo tolak omnibus law yang digelar PA 212 dkk akan dihadiri oleh 1.000 peserta. Nana memastikan jumlah personel pengamanan akan disesuaikan dengan jumlah massa yang turun dalam demo tersebut.

"Kita akan menyesuaikan dengan jumlah massa ya," katanya.

Lebih lanjut, Nana menyebut pihak kepolisian dan TNI telah menyiapkan pengamanan aksi. TNI-Polri juga sudah menggelar apel pasukan terkait aksi tersebut. Nana hanya berpesan agar massa dapat menggelar demo secara tertib-damai, dan tidak terprovokasi oleh penyusup.

"Saya imbau kepada masyarakat khususnya kepada para pengunjuk rasa ini agar selalu menjaga setiap mereka aksi, harus menjaga kekuatannya berapa, jangan sampai disusupi atau ditunggangi kelompok anti kemapanan," katanya.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA