Saturday, 23 Jan 2021
Temukan Kami di :
News

Polisi Tetapkan 9 Anggota Ormas di Tangerang Jadi Tersangka Sweeping-Perusakan

Aisyah Isyana - 11/10/2020 18:13

Beritacenter.COM - Polisi menetapkan 9 orang sebagai tersangka terkait dugaan sweeping dan perusakan di PT Hilon Indonesia dan PT Hansung Fiber, saat demo tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja, Kamis (8/10) lalu. Kesembilan tersangka disebut sebagai anggota dari ormas kepemudaan berbaju loreng oranye.

Kesembilan tersangka berinisial H, AS, SB, FR, HR, J, RH, R dan YPR itu terbukti telah melakukan perusakan, sweeping buruh, dan melakukan perlawanan terhadap petugas di kedua persahaan tersebut.

Baca juga : 

"kami menetapkan total ada 9 tersangka yang diduga melakukan aksi sweeping, pengrusakan terhadap gerbang perusahaan PT Hilon dan Hansung Fiber di Pasar Kemis, Tangerang," kata Kapolresta Tangerang Kombes Ade Ary Syam Indradi dalam jumpa pers di Mapolresta Tangerang, Minggu (11/10/2020).

Ade menyebut aksi perusakan itu diduga dilakukan oleh 25-35 orang saat demo tolak omnibus law. Mereka awalnya bergerak dari PT Chingluh ke PT Hilon dan melakukan perusakan terhadap gerbang.

Selain itu, para tersangka juga memaksa pihak manajemen untuk mengeluarkan semua karyawan agar ikut dalam aksi demo tolak ombibus law. Setelahnya, mereka kemudian merusak properti sekretariat kantor.

"Kemudian dia memerintahkan manajemen mematikan mesin agar perusahaan tidak beroperasi lagi dan mengecek satu-satu apakah mesin sudah mati atau belum," ujarnya.

Setelah dari PT Hilton, anggota ormas itu bergerak lagi ke lokasi kedua, yakni PT Hansung, yang jaraknya sekitar 400 meter dari PT Hilton. Anggota ormas itu sempat bertemu dengan 2 anggota polisi yang meminta mereka untuk tidak melakukan sweeping, namun mereka malah memaki anggota dan memaksa agar karyawan keluar.

"Para TSK memaki-maki petugas kami mengatakan kata-kata tidak enak hingga memaksa karyawan di PT Hansung keluar agar tidak bekerja lagi," ujarnya.

Kemudian mereka bergerak kembali ke industri lainnya, namun tak melakukan aksi anarkis dan perusakan. Sementara soal keanggotaan ormas sembilan tersangka itu, jelas Ade, telah dibuktikan melalui KTA yang mereka miliki.

"Anggota suatu ormas, organisasi massa tertentu," ujarnya.

Guna mempertanggung jawabkan perbuatannya, para tersangka terancam pidana 1 sampai 5 tahun penjara. Polisi sendiri katanya masih melakukan penyelidikan karena saat kejadian diindikasi ada puluhan orang pelaku.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA