Thursday, 22 Oct 2020
Temukan Kami di :
Teknologi

Lima Mahasiswa ITS Temukan Teknologi Deteksi Illegal Fishing-Tsunami

Anas Baidowi - 10/10/2020 01:52 Teknologi HUST Temuan Mahasiswa ITS

Beritacenter.COM - Lima mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menciptakan sebuah teknologi berupa sensor bawah laut yang dapat diaplikasikan di perbatasan perairan Indonesia. Teknologi temuan mereka kali ini diberi nama Humanless Underwater Sensors Technology (HUST).

Kelima mahasiswa tersebut adalah Wildan Muhammad Mursyid (Teknik Material 2017), Ghifari Hanif Mustofa (Teknik Mesin 2017), Ahmad Fahmi Prakoso (Teknik Material 2018), Edo Danilyan (Biologi 2018), dan Aldiansyah Wahfiudin (Teknik Material 2018).

Ketua tim, Wildan Muhammad Mursyid mengatakan bahwa teknologi ini berfungsi untuk mendeteksi adanya kapal tanpa izin resmi masuk ke perairan Indonesia yang mana masuknya kapal tersebut dicurigai melakukan illegal fishing.

“Selain itu, HUST juga bisa digunakan mendeteksi bencana laut seperti gempa laut dan tsunami,” paparnya Jumat, (9/10).

Wildan mengungkapkan, ide tersebut tercetus karena timnya melihat maraknya kasus illegal fishing yang terjadi di perairan Indonesia. Hal ini membuat Indonesia mengalami kerugian.

"Jika hal ini terus dibiarkan, maka bisa mengakibatkan biomassa ikan di perairan Indonesia cepat menurun," tandasnya.

Ia menerangkan, saat ini Indonesia belum memiliki pengembangan teknologi sensor dan pendeteksi gempa di bawah laut.

"Indonesia hanya punya sensor deteksi (seismic network) yang diletakkan di daratan. Sebab itu, HUST diharapkan mampu menjadi sarana pada peletakan sensor deteksi (seismic network) di wilayah perairan, sehingga mampu meningkatkan akurasi sistem deteksi yang sudah ada," tegas Wildan.

Ia mengungkapkan, HUST bekerja menggunakan beberapa mekanisme sensor. Di antaranya adalah sensor gempa untuk mendeteksi getaran dasar laut, sensor logam untuk mendeteksi kapal yang mendekat, dan sensor ID untuk mendeteksi Transmitter ID yang sudah memiliki izin penangkapan ikan di wilayah perbatasan.

“Ketiga sensor tersebut memiliki peran masing-masing dalam penggunaanya,” imbuhnya.

Fungsi HUST mampu mendeteksi empat kondisi. Di antaranya kondisi normal, terdeteksi getaran, terdeteksi kapal berizin, dan terdeteksi kapal ilegal.

"Data yang diperoleh HUST akan dikirimkan ke posko pemantauan melalui transmitter signal. Lalu, data tersebut diolah dan divalidasi menggunakan citra satelit pada daerah koordinat deteksi," tambah Wildan.

Berikutnya, lanjut Wildan, posko tersebut akan menindaklanjuti data yang tervalidasi oleh deteksi getaran dan deteksi kapal ilegal.

"Dari penerimaan data tersebut, Posko tersebut mengirimkan personel untuk menindak tegas kapal yang memasuki perairan Indonesia tanpa izin resmi. Selain itu, posko juga mengirimkan pemberitahuan kepada Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk segera dianalisa kemungkinan munculnya tsunami saat tervalidasi deteksi getaran," tutur Wildan.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA