Wednesday, 25 Nov 2020
Temukan Kami di :
News

IDI Imbau Pemerintah Antisipari Timbulnya Klaster Baru COVID-19 'Demo Omnibus Law'

Aisyah Isyana - 09/10/2020 11:25

Beritacenter.COM - PB IDI meminta pemerintah mengantisipasi timbulnya klaster demo Corona, menyusul terjadinya serangkaian aksi demonstrasi tolak omnibus law UU Cipta Kerja di berbagai wilayah di Indonesia. PB IDI juga meminta para demonstran yang pulang ke rumah untuk menaati protokol kesehatan.

"Demo bisa menjadi klaster baru penularan COVID-19. Pemerintah harus mengantisipasi kemungkinan adanya klaster penularan baru dari demonstrasi," kata Wakil Ketua Umum PB IDI Slamet Budiarto, dalam keterangannya, Jumat (9/10/2020).

Baca juga :

Slamet juga mengimbau peserta demo yang pulang ke rumah untuk tetap mematuhi protokol kesehatan, untuk mengantisipasi paparan dan melindungi keluarga di rumah. Dia meminta peserta demo yang pulang ke rumah tetap memakai masker saat berinteraksi dengan keluarga.

"IDI mengimbau kepada demonstran yang pulang ke rumah tetap memakai masker, menjaga jarak dengan anggota keluarga selama minimal 10 hari," katanya.

Slamet menyarankan para demonstran yang pulang ke rumah untuk mematuhi protokol kesehatan saat berinteraksi dengan anggota keluarganya selama 10 hari. Dia juga meminta mereka segera memeriksakan diri ke rumah sakit, jika dirasa kondisi kesehatannya menurun.

"Jika sakit langsung ke RS," ujarnya.

Sebagaimana diketahui, serangkaian aksi demo penolakan pengesahan omnibus law UU Cipta Kerja, terjadi di seluruh penjuru tanah air. Mahasiswa, buruh, bahkan pelajar, turun ke jalan menggelar aksi demonstrasi.

Sayangnya, beberapa aksi unjuk rasa berujung ricuh dan anarkis. Sejumlah fasilitas publik dirusak massa, seperti halte TransJakarta di Sarinah dan HI yang dibakar, aksi vandalisme, perusakan pos polisi dan mobil patroli polisi.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA