Monday, 18 Jan 2021
Temukan Kami di :
News

Gelombang Aksi Terus Berlanjut, Gubernur Kalbar Desak Jokowi Terbitkan Perpu Cabut Omnibus Law

Anas Baidowi - 08/10/2020 20:03 Gubernur Kalbar, Sutarmidji

Beritacenter.COM - Gelombang aksi penolakan Omnibus Law Cipta Kerja terus terjadi di berbagai daerah, termasuk di Kalimantan Barat (Kalbar). Oleh karena itu, Gubernur Kalbar, Sutarmidji meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk segera menerbitkan Perppu yang mencabut UU tersebut.

"Selamat sore, saya Gubernur Provinsi Kalimantan Barat dengan ini mohon kepada presiden untuk secepatnya mengeluarkan Perppu yang menyatakan mencabut omnibus Law undang-undang Cipta kerja," kata Sutarmidji lewat akun Instagram-nya, Kamis (8/10/2020).

Sutarmidji menilai, dengan diterbitkannya Perppu akan mencegah kontroversi yang tidak mustahil akan semakin besar.

"Undang-undang yang baik harusnya sesuai dengan rasa keadilan yang tumbuh dan berkembang dalam masyarakat," ujarnya.

Setelah Omnibus Law UU Cipta Kerja disahkan DPR, aksi-aksi penolakan diwarnai kericuhan semakin tak terhindarkan.

Berdasarkan pantauan, aksi unjuk rasa menolak Omnibus Law di Gedung DPRD Kalbar, Pontianak, pada Kamis (8/10) siang berakhir ricuh dengan aparat kepolisian. ribuan massa yang terdiri dari kalangan mahasiswa, buruh, pelajar STM, hingga ormas dipukul mundur polisi dengan menembakkan gas air mata. Massa pun membalas dengan melempari batu ke arah aparat.

Melihat massa yang semakin ricuh, aparat ke luar dari gedung DPRD Kalbar dan membentuk barikade serta menembakkan gas air mata dan membuat massa menjauh dari kawasan gedung DPRD Kalbar.

Meski hujan turun, beberapa mahasiswa masih terlihat bergerombol di SPBU yang letaknya berada di samping gedung DPRD Kalbar. Massak kemudian kembali melempar batu ke arah aparat.

Massa yang melakukan penyerangan lalu dikejar oleh personel kepolisian. Untuk memukul mundur pendemo, polisi kembali menembakkan gas air mata hingga ke Jalan Parit Haji Husin Satu, yang merupakan permukiman warga.

 




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA