Thursday, 22 Oct 2020
Temukan Kami di :
Entertainment

Bakal Jalani Sidang Tatap Muka, Jerinx : Saya Tak Sabar Ketemu Ketua IDI Bali

Saya tidak sabar bertemu dengan Anda pada Selasa depan, tatap muka langsung. Saya mohon Anda untuk melihat mata saya, ingin tahu mata yang memenjarakan saya seperti apa karena mata adalah jendela hati

Aisyah Isyana - 06/10/2020 14:25

Beritacenter.COM - Drumer SID, Jerinx, akan menghadiri sidang tatap muka atau offline, terkait kasus yang menjeratnya. Pemilik nama lengkap I Gede Ari Astina itu mengapresiasi langkah hakim menggelar sidang offline, lantaran menilai kebenaran hukum tak bisa diterjemahkan dengan teknologi.

"Saya ada tiga hal yang ingin saya sampaikan. Satu, saya dan keluarga, istri, juga mengucapkan terima kasih kepada majelis hakim sudah menerima permintaan kami untuk sidang offline atau tatap muka dikabulkan karena proses mencari kebenaran hukum dan adil tidak bisa semata-mata diterjemahkan oleh teknologi," kata Jerinx setelah mengikuti sidang online di Polda Bali, Selasa (6/10/2020).

Baca juga : 

Dalam kasus yang menjeratnya, Jerinx mengaku sama sekali tak merasa mencemarkan nama baik IDI. Jerinx menilai jika dirinya hanya sebatas menerima aduan dari masyarkat, kemudian kembali menyampaikan hal itu melalu media sosial Instagram pribadinya.

"Yang kedua, saya masih merasa tidak mencemarkan nama baik IDI. Saya bukan politisi. Yang saya ajukan murni untuk kepentingan umum karena saya menerima ribuan aduan dari masyarakat di Instagram saya, juga banyak membaca berita tentang rakyat," ujar Jerinx

Terlepas dari hal itu, Jerinx mengaku sudah tak sabar untuk bertemu dengan Ketua IDI Bali Putra Suteja di sidang tatap muka pekan depan. Dia bahkan menantang Ketua IDI Bali untuk menatap matanya. "Yang ketiga, khusus untuk dokter Bapak Putra Suteja (Ketua IDI Bali), saya tidak kenal dengan Anda. Saya tidak punya masalah pribadi dengan Anda," jelasnya.

". Anda bisa melihat saya apakah saya orang jahat, apakah saya orang yang bagaimana untuk bertemu dengan Bapak Putra Suteja sekali. Untuk dr Bapak Putra Suteja, tatap mata saya," sambungnya.

Dalam kasus dugaan ujaran kebencian terkait postingan 'IDI Kacung WHO', Majelis Hakim PN Denpasar memutuskan menolak nota keberatan tim penasihat terdakwa I Gede Ari Astina alias Jerinx. Untuk itu, perkara ini akan dilanjutkan ke pokok perkara.

Rencananya, sidang terhadap terdakwa Jerinx akan dilanjutkan pada Selasa, 13 Oktober 2020, dengan agenda pemeriksaan saksi dari jaksa penuntut umum. Sidang terhadap Jerinx akan digelar secara tatap muka atau offline.

"Setelah kami bermusyawarah dengan melihat perkembangan selama ini, ya untuk pemeriksaan saksi dan terdakwa persidangan perlu dilakukan secara offline," kata ketua majelis hakim Ida Ayu Nyoman Adnya Dewi.

Di kasus dugaan ujaran kebencian ini, Jerinx didakwa melanggar Pasal 28 ayat (2) UU ITE dengan dakwaan alternatif Pasal 27 ayat (3). Seusai sidang, tim penasihat hukum menyatakan kedua pasal itu punya prinsip berbeda.

Sementara JPU mendakwa Jerinx Pasal 28 ayat 2 juncto Pasal 45 ayat 2 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik juncto Pasal 64 ayat 1 KUHP.

Selain itu, JPU juga memberikan dakwaan alternatif atau kedua, yakni Pasal 27 ayat (3) juncto Pasal 45 ayat (3) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA