Thursday, 22 Oct 2020
Temukan Kami di :
News

Soal Potensi Tsunami di Pesisir Selatan Jawa, Bupati Trenggalek : Jangan Panik Tetap Waspada!

Aisyah Isyana - 01/10/2020 21:41 Ilustrasi

Beritacenter.COM - Belakangan ini, adanya informasi soal potensi terjadinya tsunami di wilayah pesisir selatan Jawa, termasuk Trenggalek seketika menjadi sorotan masyarakat. Menyikapi hal itu, masyarakat diminta untuk tetap tenang, tidak panik dan tetap waspada.

Dikatakan Pjs Bupati Trenggalek Benny Sampirwanto, kajian para ahli ITB soal adanya potensi tsunami merupakan hasil penelitian ilmiah yang harus disikapi dengan bijak. Soal potensi tsunami hingga 20 meter merupakan skema terburuk yang akan terjadi, jika lempeng bumi di selatan Jawa jatuh secara bersamaan dan menimbulkan gempa megathrust.

Baca juga : 

"Masyarakat harus tenang menyikapai hal ini," kata Benny Sampirwanto, Kamis (1/10/2020).

Benny menatakan, pihaknya telah mengikuti rapat terbatas jarak jauh dengan Gubuner Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan sejumlah ahli ITS, Universitas Brawijaya serta Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), guna mendapatkan penjelasan secara rinci terkait kajian itu.

"Memang kemungkinan itu bisa terjadi sehingga kita perlu waspada. Namun perlu kita tahu, ada bias informasi. Di dalam jurnal disebutkan berpotensi, namun informasi yang disebar di masyarakat ditulis diprediksi," jelasnya.

Benny menilai, langkah peting yang harus dilakukan saat ini, yakni memberi edukasi secara berkala ke masyarkat terkait mitigasi jika bencara sewaktu-waktu terjadi. Dengan begitu, masyarkat yang berada di pesisir pantai selatan Trenggalek mengetahui langkah yang harus dilakukan, upaya evakuasi dan penyelamatan ke titik kumpul yang telah ditetapkan.

Dia menambahkan, beberapa desa di pesisir selatan memang telah dicanangkan sebagai kampung tangguh tsunami. Masyarakat juga telah diberikan bekal pengetahuan yang cukup guna mengatasi bencana tersebut.

Untuk diketahui, Kepala Pelaksana BPBD Trenggalek Joko Rusianto sebelumnya menyebut pihaknya telah memasang berbagai rambu peringatan hingga rambu jalur evakuasi di 13 desa yang masuk kategori rawan tsunami. Selain itu sejumlah perangkat Early Warning System (EWS) juga telah terpasang di Kecamatan Watulimo, Munjungan dan Panggul.

"EWS itu terkoneksi dengan Pusdalops BPBD Trenggalek. Sehingga jika terjadi gempa besar dan ada perintah peringatan potensi tsunami dari BMKG, maka BPBD akan membunyikan alarm sebagai perintah agar warga menyelamatkan diri," kata Joko.




Berita Lainnya

KKP Lantik 1.132 Pejabat Fungsional

22/10/2020 14:25 - Dewi Sari
Kemukakan Pendapat


BOLA