Monday, 26 Oct 2020
Temukan Kami di :
Nasional

Pemerintah Bentuk Tim Investigasi Khusus Usut Konflik di Papua

Baharuddin Kamal - 01/10/2020 16:11 Menko Polhukam Mahfud MD.

Beritacenter.COM - Menko Polhukam Mahfud MD mengatakan, pemerintah akan membentuk tim investigasi khusus untuk mengusut konflik antara aparat keamanan dengan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Intan Jaya, Papua.

"Pemerintah akan membentuk tim investigasi gabungan yang bisa lebih objektif menggali kasus ini, agar tidak menimbulkan kontroversi," ujar Mahfud dalam konferensi pers, Kamis, (1/10/2020).

Mahfud mengungkapkan, banyak korban yang berjatuhan di Intan Jaya, selain Pendeta Yeremia Zanambani (68) asal Kampung Bomba, ada dua orang anggota TNI dan satu masyarakat sipil lain juga telah meninggal.

"Kita juga sudah punya itung-itungan bahwa setiap bulan September menyongsong 1 Desember, hari peringatan kelompok bersenjata separatis di Papua itu selalu terjadi keributan yang seperti ini, pada tahun lalu juga begitu," tuturnya.

Nantinya, lanjut Mahfud, tim gabungan itu akan melibatkan sejumlah pejabat terkait, tokoh agama, dan juga tokoh masyarakat. Ia mengatakan tim investigasi ini akan dibentuk dalam waktu dekat.

"Melaporkan kepada Presiden melalui Menko Polhukam, sesuai dengan disposisi yang saya terima dari istana," kata Mahfud.

Menurutnya, pemerintah telah mencoba mengantisipasi kekerasan di Papua. Namun, setiap menjelang 1 Desember ada kejadian yang serupa.

Ia pun menegaskan bahwa upaya memerdekakan Papua tak akan pernah bisa disetujui oleh Indonesia. Referendum yang dilakukan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 1963 di Papua, disebut Mahfud sudah cukup untuk menjadi dasar bahwa Papua akan terus menjadi bagian dari Indonesia.

"Tidak ada jalan lagi bagi Papua, bagi orang-orang tertentu di Papua untuk meminta kemerdekaan," kata Mahfud MD.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA