Thursday, 22 Oct 2020
Temukan Kami di :
Kriminal

Pencoret Musala "Saya Kafir" Jadi Tersangka Penodaan Agama

Anas Baidowi - 30/09/2020 15:32

Beritacenter.COM - Pelaku vandilis pencoret musola dengan kata "saya kafir" dan "anti Islam" ditetapkan sebagai tersangka. Pemuda bernama Satrio itu dikenakan pasal penodaan agama.

Tersangka dijerat pasal 156 Kitab UU Hukum Pidana karena diduga melakukan perbuatan yang dapat menimbulkan permusuhan atau penodaan terhadap Agama sehingga menimbulkan kebencian terhadap beberapa golongan. Dengan hukuman maksimal 5 tahun penjara.

"Dia (Satrio) dikenakan pasal 156 Kitab UU Hukum Pidana karena melakukan perbuatan menimbulkan permusuhan," kata Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi, Rabu (30/9).

Tersangka Satria ditangkap satuan Reserse Polsek Pasar Kamis Tangerang di kediamannya yang berjarak sekitar 50 meter dari musala.

Satrio mencoret-coret musala dengan tulisan "anti Islam dan "anti Agama", hingga "saya kafir". Coretan-coretan itu banyak di dinding musala yang berlokasi di Perumahan Villa Tangerang Elok Rt 5 RW 8.

"Sekitar pukul 15.00 WIB Kapolsek Pasar Kemis mendapatkan laporan dari DKM Musala Darussalam karena ada beberapa tulisan menggunakan pilox," ujar Ade.

Polisi pun langsung bergerak setelah mendapatkan laporan. Dan pelaku berhasil ditangkap sekitar pukul 18.30 WIB atau dua jam setelah polisi menerima laporan.

Polisi sejauh ini telah mengamankan barang bukti dari Satrio seperti Al Quran besar yang dicoret silang dan ada lakban kertas warna krem.

Ada juga Al Quran yang sudah disobek-sobek, satu buah pilox berwana hitam, satu buah lakban kertas, sarung gunting, satu buah korek.

"Pelaku mengaku melakukan sendiri tanpa ada yang nyuruh, tapi polisi masih mendalami hal itu," katanya.

 




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA