Thursday, 22 Oct 2020
Temukan Kami di :
Kriminal

Produksi Ekstasi, Industri Rumahan di Cipondoh Digrebek Polisi

Anas Baidowi - 30/09/2020 15:25 Siaran pers

Beritacenter.COM - Sebuah industri rumahan di Cipondoh, Kota Tangerang, Banten digrebek polisi lantaran memproduksi obat terlarang berjenis ekstasi.

Kapolres Tangerang Selatan, AKBP Iman Setiawan mengatakan bisnis pembuatan ekstasi ini sudah berjalan selama 1 tahun.

"JC (26) dan D (28), kedua tersangka sudah melakukan 1 tahun ke belakang dan sudah diedarkan di Tangerang Raya," kata AKBP Iman dalam jumpa pers di Polsek Pondok Aren, Pondok Aren, Tangerang Selatan, Rabu (30/9/2020).

Sebelumnya, polisi mendapat informasi terkait pengedaran narkotika di wilayah Tangerang Raya. Mendengar informasi tersebut, polisi langsung menyelidiki dan akhirnya polisi menggerebek sebuah rumah di Jalan Palem 10, Cipondoh Indah, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang pada Senin (21/9) malam.

"Kemudian digeledah dan ditemukan perangkat membuat ekstasi di rumah tersebut," kata Iman.

Selain itu, polisi juga menemukan sejumlah bahan kimia untuk membuat ekstasi di rumah tersebut.

"Peralatan yang ada digunakan bersama bahan kimia yang ada diolah, diedarkan di Tangerang Raya," imbuhnya.

Dalam kasus ini, polisi menangkap dua orang tersangka, yakni perempuan berinisial JC dan laki-laki inisial D. Keduanya berperan sebagai kurir.

Dari hasil penggrebekan, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa 13 butir obat berbentuk tablet dengan logo transformer, serta alat dan bahan kimia pembuatan ekstasi.

Dari hasil pemeriksaan terhadap tersangka, Kapolsek Cipondoh AKP Muharram Wibisono menerangkan bahwa dalang dari bisnis haram ini adalah seorang napi yang saat ini masih menjalani masa tahanan.

"Dua penghuni rumah mengatakan tablet yang bentuknya menyerupai dan diduga narkotika jenis ekstasi diproduksi dan diedarkan atas perintah inisial RBC yang sedang menjalani hukuman penjara di sebuah lembaga pemasyarakatan," terang Wibisono.

Hingga saat ini, polisi masih mendalami kasus tersebut. Polisi menduga ada jaringannya yang lebih besar.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA