Thursday, 22 Oct 2020
Temukan Kami di :
News

Polisi Ringkus Pelaku Vandalisme Musala 'Saya Kafir-Anti Khilafah' di Tangerang

Aisyah Isyana - 30/09/2020 00:30

Beritacenter.COM - Polisi berhasil meringkus satu orang berinsial S terkait aksi corat-coret (vandalisme) di sebuah musala di Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, Banten. Pelaku diringkus polisi di kediamannya, selang beberapa jam setelah kejadian.

"Berdasarkan hasil olah TKP, pemeriksaan saksi dan alat bukti yang ada, alhamdulillah hanya beberapa jam setelah kita selidiki kita amankan 1 pelaku dengan inisial S di rumahnya," kata Kapolresta Tangerang Kombes Ade Ary Syam Indradi, Selasa (29/9/2020).

Baca juga : Viral Musala di Tangerang Dicoret 'Saya Kafir-Anti Khilafah', MUI : Usut Tuntas!

Ade menyebut penangkapan terhadap pelaku dilakukan pihaknya sekira pukul 19.30 WIB. Saat diperiksa polisi, pelaku mengakui aksi tak terpujinya telah mencorat-coret musala sekira pukul 16.00 WIB sore tadi.

"Saat ini pelaku sudah dibawa ke Polresta Tangerang untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," ujarnya.

Sebelumnya, polisi menyebut pihaknya bersama warga langsung membersihkan musala yang dicorat-coret pelaku, setelah melakukan olah TKP di lokasi. Ade menyebut warga juga sudah kembali melakukan aktivitas salat berjamaah di musala tersebut.

Diberitakan sebelumnya, viral video yang menampakkan sebauh musalah menjadi korban vandalisme oknum tak bertanggung jawab di Kabupaten Tangerang. Tak hanya tembok dan lantai musala yang dicorat-coret dengan cat, tampak pula ada Al-Quran yang terlihat sobek di tercecer di lantai.

"Ya ini musala kita nggak tahu dari jam berapa, semuanya dicoret-coret. Awal masuk itu Wawan. Wawan masuk ke sini sudah dengan kondisi sudah dicoret-coret," ujar seseorang dalam video menginfokan soal kondisi musala.

Tampak ada coretan bertuliskan 'Tidak Ridho' dibagian lantai dan tulisan 'Saya Kafir' di bagian white board di musala tersebut. Dalam video itu, disampaikan masih belum diketahui motif aksi corat-coret musala itu. Wawan pun urung untuk azan setelah mendapati kondisi musala itu.

"Ini alasannya motifnya apa saya tidak tahu. Begitu saya mau (salat) asar dan Wawan pun nggak mau azan karena kondisi seperti ini," lanjutnya dalam narasi video.

Selain itu, video juga menampakkan lafaz Allah di lantai yang diberikan tanda silang. Terdapat pula kata 'Anti Khilafah' dan 'Anti Islam' dibagian tembok. Parahnya lagi, terdapat Al-Quran yang disobek dan dicoret menggunakan tanda silang. Ada juga dibagian tembok lain yang dicoret dengan tulisan 'Islam Tidak Diridhoi'.

"Ini alasannya motifnya apa saya tidak tahu. Begitu saya mau (salat) Asar dan Wawan pun nggak mau azan karena kondisi seperti ini," lanjutnya dalam narasi video.

"Ini Al-Qur'an disobek-sobek, dipilok, disilang, semuanya disobek-sobek. Ini dimulai dari jam berapa. Waktu jam 12 belum ada seperti ini," sambungnya.




Berita Lainnya

KKP Lantik 1.132 Pejabat Fungsional

22/10/2020 14:25 - Dewi Sari
Kemukakan Pendapat


BOLA