Sunday, 25 Oct 2020
Temukan Kami di :
TAG HARI INI :
Nasional

Milenial Harus Berpikir Out of the Box Seperti Pak Jokowi

Lukman Salasi - 29/09/2020 17:00

FOKUS : Jokowi

BeritaCenter.COM – Generasi milenial diminta berpikir seperti Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang mampu berpikir out of the box. Berpikir di luar kebiasaan orang banyak. Dan inilah yang disebut cara berpikir kreatif.

Hal ini disampaikan Menko PMK, Muhadjir Effendy saat menjadi pembicara dalam webinar bertajuk 'Gebyar Revolusi Mental: Peringatan HUT ke-56 Provinsi Sulawesi Utara (Sulut)', beberapa waktu lalu.

"Upayakan Saudara-saudara, Anak-anakku sekalian, cara berpikir kreatif ini dikembangkan seperti yang dilakukan oleh Bapak Presiden Joko Widodo, yaitu berpikir out of the box,” ucap Muhadjir.

Menurut Muhadjir, pemuda era sekarang harus mencontoh cara berpikir Jokowi yang di luar kebiasaan.

“Jangan berpikir yang biasa-biasa saja, berpikirlah yang di luar kebiasaan, karena orang yang berpikir biasa sudah banyak, kita butuh orang-orang generasi milenial yang mampu berpikir luar biasa, dan itulah berpikir kreatif," sambungnya.

Selain itu, Muhadjir mengatakan generasi milenial harus memiliki 5 hal, yaitu critical thinking, communication, collaboration, creative, dan character. Lima hal itu disebutnya akan menjadi bekal generasi milenial dalam menyongsong masa depan Indonesia.

"Critical thinking, kemampuan berpikir kritis, anak-anak Indonesia, anak-anak milenial tidak boleh hanya tunduk apa kata orang, tidak mau berpikir secara cerdas, anak-anak milenial, terutama milenial Sulawesi Utara, harus mampu berpikir secara kritis karena dengan berpikir kritis itulah kita bisa mendapatkan banyak hal, menemukan hal baru," ujar Muhadjir.

Soal kreativitas, Muhadjir menekankan generasi milenial untuk mampu menyelesaikan masalah dengan cerdas. Muhadjir berharap cara berpikir anak-anak muda tidak biasa-biasa saja.

"Ada pepatah Indonesia yang menyatakan 'tidak ada rotan akar pun jadi', itulah cara berpikir kreatif, ketika tidak ada rotan bukan berarti kita tidak bisa menyelesaikan masalah, karena akan kita cari hal pengganti dari rotan itu," ujarnya.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA