Sunday, 01 Nov 2020
Temukan Kami di :
Teknologi

Era Tranformasi Digital, Pekerja IT Milenial Jadi Rebutan Perusahaan

Anas Baidowi - 29/09/2020 14:59 Ilustrasi Pekerja IT Milenial

Beritacenter.COM - Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Jahja Setiaatmadja mengatakan bahwa seluruh perusahaan, khususnya di industri perbankan berlomba-lomba melakukan transformasi digital untuk bisa bertahan di tengah krisis kesehatan dan ekonomi saat ini.

Untuk itu, kelompok generasi muda milenial yang mempunyai skill dan pengetahuan di bidang informasi teknologi (IT) kini diburu oleh banyak perusahaan yang tak hanya di Tanah Air, melainkan di dunia.

"Jadi ini adalah sesuatu transformasi yang harus kita siapkan, dan jujur kita merekrut teman-teman teknologi milenial ini sekarang tidak gampang. Karena persaingan kita tidak hanya sesama bank. Karena mereka juga dibutuhkan oleh fintech, oleh macam-macam perusahaan, membutuhkan mereka. Sehingga mereka yang kadang-kadang memilih mau kerja di mana," ujarnya dalam sesi webinar, Selasa (29/9).

Jahja menyebut bahwa sekitar 500 pekerja di Bank BCA bekerja di sektor pengembangan, data center hingga infrastruktur pendukung teknologi digital. Lalu sekitar 300 pekerja yang mendukung kegiatan operasional

"Yang lain itu adalah yang melakukan arsitekturnya, digital innovation, kemudian data management, IT management. Jadi demikian ada pembagian data yang harus disiapkan agar mereka itu ke-trigger," ungkapnya.

Para pekerja tersebut ditarik untuk mengisi posisi di sekitar 40 perusahaan kecil (mini company) yang jadi anak usaha. Tiap mini company memiliki beberapa scrum team yang terdiri dari kombinasi beberapa pekerja dengan lintas disiplin ilmu beragam.

"Mini company ini ada beberapa scrum team, dimana ada product owner. Karena kita tahu, misal ATM, ATM ini bukan ATM sendiri, ada untuk flaschard, untuk transfer-transfer, dimana dibalik itu ada sub-product yang harus ada people in-charge di situ, mengerti bisnisnya, tahu kebutuhannya, tahu gunanya untuk apa saja," paparnya.

Dengan begitu, Jahja menyatakan, kehadiran mini company di bawah BCA itu dapat mengolah data dengan cepat tanpa perlu menunggu persetujuan langsung dari pusat.

"Adanya mini company, scrum team ini, kita bisa cepat ambil decission untuk ratusan topik dalam waktu yang singkat," pungkas Jahja.




Berita Lainnya

Belum Dirilis, Pre-Order PS5 Sudah Laris Manis

28/10/2020 23:53 - Anas Baidowi
Kemukakan Pendapat


BOLA