Monday, 26 Oct 2020
Temukan Kami di :
Kriminal

Polisi Periksa CCTV Soetta Sejak EF Bekerja, Pastikan Tak Ada Korban Pelecehan Lain

Aisyah Isyana - 28/09/2020 23:23

Beritacenter.COM - Guna menelusuri kemungkinan adanya korban lain terkait aksi pelecehan di Bandara Soekarno-Hatta, polisi melakukan pengecekan terhadap rekaman CCTV selama tiga bulan terakhir di area Termilan 3 Bandara Soetta.

Pemeriksaan terhadap CCTV itu dilakukan polisi terhadap rekaman CCTV sejak tersangka EF mulai bertugas sebagai petugas rapid test di Bandara Soetta, pada Juli 2020. Hasilnya, polisi belum mendapati adanya korban lain.

Baca juga :

"Menurut pengakuannya baru satu kali kami sudah cek juga berkoordinasi dengan pihak bandara untuk mundur 3 bulan, 3 bulan selama di sana. Apa yang dilihat? Selama 3 bulan CCTV tidak ada sama sekali. Yang kita temukan hanya satu ini. Tapi kami masih dalami," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus kepada wartawan, Senin (28/9/2020).

EF yang baru mnenyandang gelar sarjana kedokteran, mendaftar menjadi tenaga medis dan mulai bertugas sebagai relawan di Bandara Soetta sejak Juli 2020 lalu.

"Jadi memang dia sebagai tenaga medis di sini di bawah naungan PT Kimia Farma sejak Juli lalu, tapi dia lulusan kedokteran tahun 2015 di salah satu perguruan swasta yang ada di Sumatera Utara," ujarnya.

Meski tak menjelaskan rinci soal perekrutan EF sebagai petugas rapid test di Bandara Soetta, Yusri memastikan jika EF bukanlah seroang dokter dan hanya tenaga kesehatan.

"Sejak Juli yang lalu dia memang bekerja sebagai tenaga kesehatan, saya tidak bilang dokter, karena kemarin kami lakukan pemeriksaan terhadap PT Kimia Farma juga menyampaikan bahwa dia bukanlah dokter, dia adalah tenaga kesehatan," ungkapnya.

Sebagaimana diketahui, polisi meringkus tersangka EF terkait kasus penipuan, pemerasan dan pelecehan seksual di Bandara Soetta. Dalam menjalankan aksinya, tersangka menawarkan ke korbannya untuk mengubah hasil rapid test sebagai syarat penerbangan dengan meminta sejumlah uang.

Polisi juga sudah mengantongi sejumlah alat bukti terkait penipuan dan pelecehan seksual yang dilakukan tersangka di Bandara Soetta, seperti rekaman CCTV dan keterangan saksi.

"(Bukti-bukti pelecehan) hasil asesmen P2TP2A Kabupaten Gianyar, rekaman CCTV, keterangan saksi," kata Kasat Reskrim Polres Metro Bandara Soekarno-Hatta AKP Alexander Yurikho dalam keterangan kepada detikcom, Senin (28/9/2020).

"Hasil rekaman CCTV menggambarkan indikasi kuat terjadinya dugaan tindak pidana pelecehan," pungkas Alex.




Berita Lainnya

Gempa Bumi Pangandaran Terasa Hingga Ciamis

25/10/2020 10:32 - Anas Baidowi

Pelaku Curanmor Babak Belur Dihajar Warga

24/10/2020 12:46 - Dewi Sari
Kemukakan Pendapat


BOLA